Mantan Kapolres Purworejo Bilang Zikir untuk Perang, MUI: Itu Sikap Berserah Diri dan Mohon Perlindungan

photo author
Muammar M, Sulsel Network
- Senin, 14 Februari 2022 | 14:48 WIB
Ketua MUI Pusat Cholil Nafis (Instagram @cholilnafis)
Ketua MUI Pusat Cholil Nafis (Instagram @cholilnafis)

SulselNetwork.com-- Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) langsung memberikan respons atas pernyataan mantan Kapolres Purworejo Jawa Tengah, AKBP Rizal Marito yang mengatakan bahwa zikir 'Hasbunallah wani'mal wakil' adalah zikir untuk perang.

Ketua MUI Pusat, Kiai Cholil Nafis mengatakan bahwa zikir itu merupakan zikir seorang hambah yang menyerahkan sebuah urusan hanya semata kepada Allah.

"Dzikir hasbunallah wani’mal yaqin itu sikap menyerahkan urusan kepad Allah dan mohon perlindunganNya," kata Cholil di Twitter-nya, Senin 14 Februari 2022.

Kiai Cholil mengatakan, zikir itu pernah dipakai oleh nabi ketika diserang oleh pasukan kafir quraisi.

Dia menyebut bahwa zikir tersebut bukan untuk bersiap berperang, seperti dikatakan oleh AKBP Rizal Marito

"Itu dzikir Nabi saw saat dikabarkan akan diserang pasukan kuffar Quraisy dan dzikir Nabi Ibrahim as ketika dilempar ke api. Itu bukan dzikir melawan kezhaliman apalagi bersiap perang," kata Kiai Cholil.

Baca Juga: Bela Prabowo Soal Pembelian 42 Jet Tempur Rafale, Budiman Sudjatmiko Ibaratkan Pagar dan Pintu Baru

Sebelumnya, beredar video lawa, mantan Kapolres Kabupaten Purworejo, AKBP Rizal Marito menyebut zikir yang berbunyi 'Hasbunallah wani'mal wakil' adalah zikir untuk perang.

Rizal Marito menceritakan, saar itu dirinya masih menjabat sebagai Kapoltes Purworejo. Dia dia dan personelnya masuk di Desa Wadas untuk lakukan komunikasi dengan warga Wadas pada tahun 2021 lalu.

Dia mengklaim, mulanya pihaknya datang untuk membersihkan batu-batu dan sebagainya di Desa Wadas. Namun ada eskalasi warga yang meningkat. Warga menghadang kepolisian masuk ke Desa.

Dia kemudian mengatakan, warga masuk ke dalam Masjid dan melakukan zikir 'Hasbunallah wani'mal wakil'. Dia menuding bahwa zikir itu sebagai persiapan untuk perang.

"Awalnya mulai kita datang, Tiba-tiba kemudian mereka melakukan zikir. Hasbunallah wani'mal wakil. Artinya cukup Allah saja yang jadi penolong," ujarnya

"Ini biasanya digunakan untuk melaksanakan perang. Artinya mereka sudah mendesain, sudah mempersiapkan tempat itu untuk perang," pungkasnya. (***)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Muammar M

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X