Sulselnetwok.com-- Mantan Sekertaris Kementerian BUMN era presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Said Didu mengaku prihatin dengan ketimpangan kekayaan penduduk di Indonesia.
Said Didu menyebut, perbandingan kepemilikan aset yang timpang di Indonesia harusnya jadi perhatian serius pemerintah.
"Data bicara. Ini masalah sangat serius karena kalau Oligarki terus berkuasa maka dapat dipastikan ketimpangan akan meningkat," tulis akun @msaid_didu.
Cuitan Said Didu mengomentari unggahan Direktur Jamaica Muslim Center, Imam Shamsi Ali yang menampilkan data Bank Dunia perihal ketimpangan beberapa negara.
Baca Juga: Kritik Anies Soal Pagar Stadion JIS Ambruk, Ferdinand: Ini Sebuah Kebobrokan Kinerja!
Dalam daftar itu, perbandingan orang kaya dan miskin di Indonesia ada di posisi ketiga terburuk setelah Rusia dan Thailand.
"Ada yang bisa klarifikasi,? 'Word Bank' sarankan RI untuk serius akhiri Ketimpangan untuk Indonesia. Ketimpangan Indonesia terburuk Nomor 3 dalam konsentrasi kekayaan segelintir orang. 1% Orang Kaya di Indonesia menguasai 50.2% Kekayaan Nasional," tulis akun @ShamsiAli2. (*)
Artikel Terkait
Sinopsis Suami Pengganti 25 Juli 2022: Mulai Terungkap, Ariana Membuntuti Saka yang Ingin Bertemu Dita di Cafe
Sinopsis Suami Pengganti 25 Juli 2022: Marco Ketahuan Oleh Khanza yang Berusaha Kabur Namun Tercyduk Zaki
Sinopsis Buku Harian Seorang Istri 25 Juli 2022: Pasha Batalkan Ta'aruf Gara-gara Lihat Chiko dan Zaskia Peluk
Sinopsis Chandragupta Maurya Selasa 26 Juli 2022: Dayimaa Tahu Kebenaran Chandragupta dan Jatuh dari Balkon