Jembatan Gantung Gladak Perak di Desa Sumber Wuluh, Candipuro, Lumajang sempat putus setelah diterjang erupsi Gunung Semeru pada 4 Desember 2021. Jembatan sepanjang 120 meter itu penghubung Kabupaten Lumajang dan Malang.
3. Ribuan Warga Mengungsi
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut hingga saat ini tercatat 2.219 warga mengungsi imbas erupsi Gunung Semeru. Pengungsi itu tersebar di 12 titik lokasi.
"Saat ini setidaknya ada dua belas titik pengungsian dengan jumlah pengungsi 2.219 jiwa (sedang proses pendataan)," kata Khofifah dalam unggahannya di Instagram yang sudah diizinkan oleh Biro Adpim, dilansir detikjatim, Minggu (4/12/2022).
Khofifah mengungkapkan, saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan Bupati Lumajang Thoriqul Haq serta BPBD Jatim untuk mendirikan dapur umum.
"Saya juga koordinasi BPBD Jatim agar langsung turun melakukan evakuasi dan mendirikan dapur umum. Sesuai koordinasi dengan Bupati Lumajang dapur umum dianjurkan di Pronojiwo khususnya daerah yang dekat dengan Desa Supit Urang yang terdampak paling parah," jelas Khofifah.
Baca Juga: Cianjur Kembali Diguncang Gempa Hari Ini, Apakah Ada Korban?
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim, Gatot Soebroto terus berkoordinasi dengan semua pihak. Baik TNI, Polri, BPBD Kabupaten Lumajang, dan relawan.
"Menyiapkan logistik dan tempat pengungsian sesuai dengan perkembangan di lapangan, serta mencari informasi bilamana ada warga yang hilang atau terpisah dari keluarganya. Tak lupa membagi dan mengingatkan warga untuk menggunakan masker serta mengecek kesehatannya," kata Gatot.
4. Semburan Erupsi Semeru Timbun Rumah Warga
Semburan awan panas juga menimbun sejumlah rumah warga di Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh, Candipuro, Lumajang. Meski tertimbun material vulkanik, petugas BPBD masih belum bisa mendekati lokasi itu dari jarak dekat karena material vulkanik erupsi Gunung Semeru masih sangat panas.
Kepala BPBD Kabupaten Lumajang Patria Dwi Hastiadi mengatakan bahwa asesmen masih dilakukan karena material APG Semeru memang masih panas. Terutama di zona merah yang tertimbun material.
"Jadi kerusakan sementara hasil asesmen tadi karena material APG masih panas. Sementara ini beberapa rumah di zona merah tertimbun dan 2 jembatan tertimbun tapi timbunan itu merusak atau tidak jika suasana kondusif kami akan lakukan asesmen lanjutan," ujarnya kepada detikJatim, Minggu (4/12/2022).***