Ketahui 4 Fakta Gunung Semeru Erupsi: Ribuan Warga Mengungsi, Awan Panas yang Mengerikan

photo author
Mardhani Muchlis, Sulsel Network
- Senin, 5 Desember 2022 | 10:51 WIB
Gunung Semeru Erupsi (Istimewa)
Gunung Semeru Erupsi (Istimewa)


SulselNetwork.com — Ribuan warga kini mengungsi di sejumlah titik diakibatkan Gunung Semeru kembali erupsi. Semeru erupsi terjadi sekitar Minggu (4/12/2022) pada pukul 02.46 WIB dengan tinggi kolom abu 1.500 meter di atas puncak gunung sekitar 5.176 meter di atas permukaan.

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah tenggara dan selatan. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 35 mm dan durasi 0 detik.

Simak berikut ini fakta-fakta Semeru erupsi:

1. Status Semeru naik menjadi level 4

PVMBG Badan Geologi ESDM menaikkan status Gunung Semeru dari siaga menjadi awas. Kenaikan dari level 3 siaga ke level 4 itu terhitung mulai siang ini.

Baca Juga: Sinetron Takdir Cinta yang Kupilih 4 Desember 2022: Penuh Perjuangan, Jeffry Berhasil Selamatkan Novia di Laut

Dilansir detikJateng, kenaikan status dimulai pukul 12.00 WIB. Kepala PVMBG Badan Geologi Hendra Gunawan mengimbau agar tidak ada aktivitas dalam radius 8 km dari puncak Gunung Semeru.

"Tidak ada aktivitas dalam radius 8 km dari puncak, dan sektoral arah Tenggara (Besuk Kobokan dan Kali Lanang) sejauh 19 km dari puncak. Surat resmi peningkatan status segera disampaikan," ujar Hendra Gunawan dalam keterangan tertulisnya.

Baca Juga: Sinopsis Radha Krishna 5 Desember 2022: Radha Krishna Menari, Ulang Tahun Khusus Radha

2. Awan Panas Sampai ke Jembatan Gladak Perak

Awan panas guguran (APG) Semeru sudah menyentuh Jembatan Gladak Perak di Sumber Wuluh, Candipuro. Jembatan Gladak Perak ini bahkan sempat putus akibat terjangan erupsi Gunung Semeru.

Terjangan ini sempat terjadi pada 4 Desember 2021. Hori, salah satu warga sekaligus tokoh masyarakat di Desa Sumber Wuluh yang dekat dengan lokasi Jembatan Gladak Perak, menyatakan APG sudah mencapai Gladak Perak pada pukul 12.00 WIB.

"Pukul 12 siang sampai Gladak Perak. Kalau situasi terkini, saya nggak berani lihat ke sana lagi. Saya sudah naik ini, menghindari APG," katanya seperti dilansir detikJatim, Minggu (4/12/2022).

Menurutnya, hingga pukul 13.14 WIB, situasi di dusun terdekat dengan Gladak Perak sudah kosong dari penduduk. Sudah ada imbauan evakuasi dari Pemkab dan BPBD Lumajang agar warga segera mengungsi.

"Sudah kosong. Saya sendiri juga sudah keluar rumah, takut dengan awan panas itu," ujar Hori.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mardhani Muchlis

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X