Ada 14 Kecamatan di Maros Terendam Banjir, Warga Harap Tim Evakuasi Membawanya ke Tempat Aman

photo author
Mardhani Muchlis, Sulsel Network
- Minggu, 25 Desember 2022 | 11:21 WIB
Personil BPBD Kota Makassar mengevakuasi warga dengan perahu karet saat banjir di kawasan Perumnas Antang, Kecamatan Manggala, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (24/12/2022). ANTARA/HO/Dokumentasi BPBD Makassar.
Personil BPBD Kota Makassar mengevakuasi warga dengan perahu karet saat banjir di kawasan Perumnas Antang, Kecamatan Manggala, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (24/12/2022). ANTARA/HO/Dokumentasi BPBD Makassar.

SulselNetwork.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan melaporkan ada 14 kecamatan di wilayahnya terendam banjir. Sejumlah warga pun meminta untuk dievakuasi ke tempat yang aman.

"Untuk sekarang ini hampir semua masuk dalam kondisi banjir di 14 kecamatan. Di Camba debit air sudah cukup tinggi sampai paha orang dewasa," kata Kepala BPBD Maros Fadli, Sabtu (24/12/2022).

Baca Juga: Wali Kota Makassar Danny Pomanto Sebut Merasa Respek, Ketua Panitia Tarik Tambang Maut Ingin Tanggung Jawab

Banjir terjadi di Kelurahan Cempaniga, Kecamatan Camba, Kabupaten Maros pada Sabtu (24/12). Lokasi banjir yang terdampak sebelah kiri jalan poros Bone-Maros. Rumah warga sudah terendam.

Fadli melanjutkan bahwa pihaknya saat ini masih melakukan pendataan di lapangan. Tim juga fokus melakukan evakuasi di Kecamatan Bantimurung, Turikale, dan Maros Baru.

"Kalau untuk berapa jumlah rumah di Camba kita belum bisa pastikan, karena masih pendataan. Karena banyak warga minta bantuan untuk dievakuasi. Ada santri terjebak di Pakere, sementara jalur ke sana terputus," sebutnya.

Fadli menuturkan, sejumlah relawan juga dilibatkan untuk penanganan banjir di 14 kecamatan. Mereka akan memantau lokasi dan segera mengevakuasi warga yang meminta bantuan.

Baca Juga: Polisi Tetapkan Ketua Panitia Tarik Tambang Maut Ika Unhas jadi Tersangka, Namun Belum Ditahan

"Saya minta sama relawan untuk bisa membantu. Semua wilayah banjir di Maros," tegas Fadli.

Sementara Sopir Bone-Makassar Ardiansyah mengaku tertahan di Camba karena debit air yang tinggi. Dirinya tidak berani menembus banjir.

"Tinggal ka' di Camba, tidak bisa lolos mobilku. Kemungkinan saya putar balik ke Bone lagi," keluhnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mardhani Muchlis

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X