Gibran Tak Dianggap? Ferdinand: Bukan Apa-apa di Mata Luhut, Hanya Saja Kebetulan Dia Anak Jokowi

photo author
Ramadhani, Sulsel Network
- Jumat, 13 Desember 2024 | 06:30 WIB
Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan dalam Podcast Sabahat Mahfud di YouTube Mahfud MD Official (YouTube Mahfud MD Official)
Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan dalam Podcast Sabahat Mahfud di YouTube Mahfud MD Official (YouTube Mahfud MD Official)

 

SulselNetwork.com -- Politikus PDIP Ferdinand Hutahean turut mengomentari sikap Luhut Binsar Pandjaitan, yang terkesan tidak menganggap Wakil Presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka, dalam sebuah acara resmi.

Ferdinand menilai hal tersebut sebagai sesuatu yang wajar, mengingat Gibran dianggap hanya berada di posisinya karena latar belakang sebagai anak mantan Presiden Jokowi.

"Yang terjadi itu bukan hal aneh menurut saya. Karena memang bagi Pak Luhut menurut saya, ini menurut pendapat pribadi saya, Gibran itu bukan apa-apa," kata Ferdinand, Kamis (12/12/2024).

Baca Juga: Luhut Dianggap Mulai Tinggalkan Jokowi, Stefan Antonio: Bisa Segera Diusut Dosa-dosanya Selama 2 Periode

Ferdinand menyebut Luhut, yang dikenal memiliki hubungan dekat dengan Jokowi selama dua periode pemerintahan, mungkin tidak melihat Gibran sebagai sosok yang berpengaruh dalam politik nasional.

"Jadi kalau pak Luhut menganggap dia tidak ada di situ, atau melihatnya tapi tidak sadar dia siapa, wajar. Karena pak Luhut mungkin (menganggap) Gibran itu bukan apa-apa. Hanya kebetulan dia anak Jokowi yang pernah menjadi Presiden," tukasnya.

Lebih lanjut, Ferdinand menyindir situasi politik yang membuat Gibran terlihat melompat ke posisi Wakil Presiden meskipun secara kualitas masih banyak sosok yang lebih layak.

Baca Juga: Tanggal 13 Desember 2024 Memperingati Apa? Ada Hari Nusantara

"Lucu lah kalau pak Luhut terkesan bahwa hanya Gibran, ibaratnya seperti kodok bisa terbang. Agak janggal kalau pak Luhut terkesan seperti bawahannya Gibran," jelasnya.

Menurut Ferdinand, sikap Luhut yang terkesan superior wajar, mengingat pengalaman dan kiprah panjangnya dalam politik serta pemerintahan.

"Wajar kalau Luhut merasa superioritasnya masih ada di atas," tandasnya.

Ferdinand menduga bahwa bukan hanya Luhut, melainkan sejumlah menteri lainnya, mungkin hanya melihat keberadaan Gibran sebagai bentuk formalitas belaka.

"Tentukan Gibran gak dianggap. Jangankan pak Luhut, mungkin Menteri-menteri yang lain nganggap Gibran hanya formalitas saja," kuncinya.

Baca Juga: Ustadz Adi Hidayat Tegaskan Dirinya Tidak Ada Penggalangan Dana untuk Sunhaji Penjual Es Teh Viral

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ramadhani

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X