Jokowi Sebut Prabowo dan Ganjar Sama-Sama Ideal, Tepis Anggapan Dirinya Menjodohkan Pasangan Ini

photo author
Mardhani Muchlis, Sulsel Network
- Selasa, 14 Maret 2023 | 06:32 WIB
Presiden Jokowi ketika memberikan keterangan terkait pengunduran diri Zainudin Amali dari jabatan Menpora. (Laras Post)
Presiden Jokowi ketika memberikan keterangan terkait pengunduran diri Zainudin Amali dari jabatan Menpora. (Laras Post)

SulselNetwork.com — Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi memberikan penilaiannya terhadap Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo. Dirinya menyebut pasangan ini sama-sama ideal untuk menjadi calon presiden capres di Pilpres 2024 nanti.

Hal itu terkait dengan 'perdebatan' siapa yang paling cocok jadi capres usai ketiganya bersua dalam satu acara di Kebumen, Jawa Tengah.

"Iya ideal semuanya," kata Jokowi ketika menjawab pertanyaan wartawan soal lebih ideal mana Prabowo atau Ganjar yang menjadi capres usai meresmikan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kesiman, Kertalangu, Kota Denpasar, Bali, (13/3/2023).

Jokowi kemudian menepis anggapan dirinya hendak menjodohkan Prabowo dan Ganjar ketika hadir dalam Panen Raya di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah pada Kamis pekan lalu. Ia mengaku hanya mengajak Prabowo yang kebetulan memiliki acara di Magelang.

Baca Juga: Sinopsis Luv Kush 14 Maret 2023: Luv Kush Menguji Kepercayaan Sita, Luv Kush Berdoa Menyebut Nama Sri Ram

"Itu panen raya di sawah. Kebetulan Bapak Prabowo mau ke Magelang, saya ajak bareng, udah bareng, turun di Kulon Progo. Karena pertemuan bapak Prabowo-nya siang, sudah ke sawah dulu kita panen raya. Ada saya, ada Bapak Ganjar ada Bapak Prabowo, gitu saja," jelasnya.

Adapun isu duet antara Prabowo-Ganjar di Pilpres 2024 berembus setelah keduanya mendampingi Presiden Jokowi dalam acara Panen Raya tersebut.

Merespons hal itu, adik Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo mengaku pihaknya terbuka jika kakaknya diduetkan dengan Ganjar di Pilpres 2024.

Baca Juga: Terpaksa Jongkok Saat Nonton, Inilah Kronologi Melly Goeslaw Dibentak Sama Usher di Konser BLACKPINK

Namun, Hashim tak ingin jika Prabowo menjadi cawapres. Menurut Hashim, kakaknya jauh lebih senior, 15 tahun lebih tua dari Ganjar dan dianggap lebih banyak memiliki pengalaman.

"Saya kira sudah tidak mungkin kalau Pak Prabowo calon wakil presiden. Pak Prabowo jauh lebih senior, 15 tahun lebih tua pengalamannya, berbeda kan," kata Hashim saat menghadiri deklarasi relawan Prabowo Mania, Minggu (12/3/2023).

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto menegaskan capres harus berasal dari internal partainya jika Gerindra ingin berkoalisi dalam Pilpres 2024.

"Ya penawaran kerja sama, tentu saja dalam rangka calon presiden berasal dari PDI Perjuangan," kata Hasto di kawasan Sentul, Bogor, Senin (13/3).

Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid mengkritik wacana duet Prabowo dan Ganjar karena mengganggu arah koalisi partainya dengan Gerindra. Ia meyakini Ganjar juga akan menolak wacana duet tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mardhani Muchlis

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X