SulselNetwork.com -- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mulai membahas Pj Gubernur Sulawesi Selatan. Diketahui, tersisa dua bulan lagi Andi Sudirman Sulaiman bakal mengakhiri masa pengabdiannya sebagai Gubernur Sulsel.
Masa jabatan Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman akan berakhir 5 September. Sesuai UU maka bulan Agustus atau satu bulan sebelum berakhir masa jabatan Andi Sudirman maka sudah ada nama diusulkan dari DPRD Sulsel kepada Kemendagri.
Sejumlah figur mengemuka sebagai kandidat Gubernur Sulsel. Di antaranya, dua rektor dari universitas tekemuka di Makassar, Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa; Rektor UNM, Prof Husain Syam; Staf Ahli Bidang Kedaulatan Wilayah dan Kemaritiman Menko Polhukam, Laksma TNI Abdul Rivai Ras; Inspektur Utama Setjen DPR RI dan mantan Kapolda Sulsel, Komjen Nana Sudjana.
Baca Juga: Bagaimana Hukum Menikah di Bulan Muharram? Inilah Penjelasan Lengkap Ustadz Abdul Somad
Ada juga nama Inspektur Jenderal Depdagri, Komjen Pol Drs. Tomsi Tohir; Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Depdagri, Dr Drs Bachtiar MSi.; dan Direktur Jenderal Otonomi Daerah Depdagri, Dr Akmal M Piliang.
Sekretaris fraksi Golkar DPRD Sulsel, Rahman Pina mengatakan partainya akan mengusulkan figur- figur terbaik untuk menjadi kandidat Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel pengganti Andi Sudirman Sulaiman yang mengakhiri masa jabatannya September mendatang.
"Tentu masih ada waktu 2 bulan. Pasti kita akan usulkan figur terbaik. Dari Golkar belum ada nama saat ini, pasti kita akan usulkan nama setelah konsultasi dengan DPD 1 Golkar Sulsel," kata Rahman Pina, Rabu (19/7/2023).
Ditanya soal kapan konsultasi nama ke DPD 1, Rahman Pina mengatakan, masih menunggu surat dari pimpinan DPRD setelah ada penyampaian dari Depdagri.
"Kan kita masih menunggu. Bagaimana mungkin ada nama, konsultasi saja belum. Tunggu surat pimpinan DPRD dulu," jelas Ketua AMPG Golkar Sulsel itu.
Rahman Pina menegaskan, sejauh ini pembahasan terkait Pj Gubernur Sulsel belum dilakukan di DPRD. Dia menyebut masih menunggu surat dari Depdagri yang kemudian nanti dijadikan acuan pengusulan nama.
Terkait asal usul figur kandidat Pj Gubernur Sulsel, fraksi Golkar tidak terjebak pada dikotomi putra daerah dan non putra daerah.
"Ada kriterianya nanti. Sepanjang memenuhi persyaratan administratif sesuai regulasi, tak masalah. Bisa putra daerah, bisa juga bukan. Bisa TNI Polri, atau dari lembaga yang lain," tutup Rahman Pina.
Sedangkan, wakil Ketua DPRD Sulsel asal fraksi Partai Demokrat Sulsel, Ni’matullah Arbe swjumlah tokoh asal Sulsel yang beredar jika memenuhi syarat maka Demokrat mendorong masul sebagai Pj. Gubernur Sulsel masa sisa nantinya.
"Inikah semua berpeluang. Saya kira, kalau ada tokoh kita dari Sulsel yang memenuhi syarat untuk jabatan tersebut, kami di DPRD Sulsel menyambut baik," ujarnya.