SulselNetwork.com--Ketua KPU Hasyim Asy'ari jadi sorotan usai menyewa sebuah jet pribadi. Hal itu terungkap dalam rapat antara Komisi II DPR, Mendagri, KPU, Bawaslu, dan DKPP di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (15/5/2024).
Pegiat media sosial, Jhon Sitorus pun ikut bersuara terkait hal itu. Dia mempertanyakan sumber anggaran untuk menyewa jet pribadi itu.
Menurutnya, jika dari uang pribadi Hasyim Asy'ari yang dipakai sangat tidak mungkin. Sebab jumlah gaji dan biaya sewa sangat jauh berbeda.
"Gaji ketua KPU Rp 43.110.000/bulan. Harga sewa jet pribadi Legacy 600 itu 38.000 USD atau Rp 570 juta/hari. Jika sesuai pengakuan ketua KPU, karena kebutuhan logistik dan pengawasan selama 75 hari maka total biaya sewa pesawat pribadi adalah Rp 42,75 Miliar," tulisnya di akun @Miduk17, Jumat (17//5/2024).
Baca Juga: Soroti Posisi Gibran Saat Dampingi Prabowo Temui MBZ, Jhon Sitorus: Terlihat Sebagai Ajudan Pribadi
"Pertanyaannya, uang dari mana Rp 42,75 Miliar untuk sewa jet Pribadi sedangkan gajinya hanya Rp 43 Juta/bulan?," lanjutnya.
Jhon Sitorus pun kembali mempertanyakan jika anggaran yang digunakan berasal dari anggaran DIPA KPU RI.
"Jika menggunakan anggaran dari KPU atau APBN, lalu Hasyim Asy'ari pakai pos anggaran yang mana? Apa dasar UUnya dan RAPBN yang mana?," tanyanya.
Selain itu, loyalis Ganjar Pranowo itu menyebut tidak semua daerah menggunakan pesawat terbang untuk proses distribusi logistiknya.
"Jika alasannya pengadaan logistik, apa benar pengadaan logistik ke semua daerah itu pakai jasa sewa pesawat Pribadi ini? Rasanya sungguh tidak mungkin," ucap Jhon.
Karena itu, Jhon meminta KPK dan DPR RI turun tangan menyelidiki dugaan penyalahgunaan penggunaan jet pribadi itu.
"DPR dan KPK mestinya BERNYALI menyelidiki temuan ini, jangan jadi PECUNDANG yang TUNDUK pada Intimidasi kekuasaan," tegasnya.