Pinrang--- Dugaan kecurangan proses seleksi berbasis Computer Assisted Test (CAT) calon panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) di Kabupaten Pinrang, Sulsel menguat. Salah satu peserta mengaku melihat pengawas membantu peserta.
"Di sesi saya itu ada peserta yang memiliki kedekatan dengan panitia pengawas. Saya lihat pengawas membantu jawab soalnya," kata peserta seleksi, Mansyur, Rabu (19/10/2022).
Mansyur menjelaskan, bukan hanya itu kecurangan yang ia lihat. Kecurangan lainnya yang ia saksikan yakni peserta yang terlambat datang untuk tes. Ada yang terlambat lima menit namun tidak diizinkan masuk mengikuti tes, di sisi lain ada yang terlambat lebih lama tetapi dibiarkan masuk.
"Ada peserta dari Lembang itu telat 45 menit. Tapi tidak di izinkan masuk. Sementara di sesi lain itu ada peserta yang telat kurang 5 menit berakhirnya tes, tapi diizinkan masuk. Dari situ saja, sudah ada keanehan. Kenapa dibeda-bedakan?," ujarnya.
Mansyur mengaku sulit memberikan bukti berupa foto. Saat tes berlangsung peserta tidak boleh membawa handphone ke lokasi tes.
"Kami tidak bisa buktikan situasi saat itu, karena peserta tidak boleh bawa HP. Di tempat tes itu ada CCTV. Tapi, sepertinya tidak dinyalakan," tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, Komisioner Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad menjelaskan, pihaknya berkunjung ke Bawaslu Pinrang untuk mengecek laporan dugaan kecurangan saat seleksi Panwascam pada Sabtu (15/10/2022) di SMKN I Pinrang. Pengecekan ini demi memastikan masalah tersebut dapat cepat diselesaikan.
"Kedatangan kami untuk mengecek soal dugaan kecurangan (seleksi Panwascam)," ungkap Saiful Jihad saat berkunjung ke Bawaslu Pinrang, Selasa (18/10/2022).
Baca Juga: Bawaslu Sulsel Awasi Pergerakan Parapol yang Gelar Pertemuan di Makassar
Menanggapi soal dugaan kecurangan seleksi Panwascam dengan informasi ada peserta yang dibantu oleh pengawas atau Pokja, ia mengklaim sudah melakukan pemeriksaan. Sejauh ini belum ada bukti kuat.
"Setelah melakukan klarifikasi ke staf, pengawas yang terjadi memang ada keributan. Tetapi bukan mengajar peserta," paparnya.