Persyaratan resmi LPDP 2025 belum diumumkan, namun gambaran umum dari tahun sebelumnya adalah:
WNI dengan KTP yang valid.
Lulusan D4, S1, atau S2.
Batas usia pendaftar: 35 tahun (S2), 40 tahun (S3), 42 tahun (dosen S2), dan 47 tahun (dosen S3).
Memiliki sertifikat TOEFL/IELTS/PTE Academic.
Surat rekomendasi (untuk yang bekerja wajib dari atasan).
Komitmen kembali ke Indonesia setelah studi.
Menulis proposal penelitian (khusus S3).
Memilih program studi dan perguruan tinggi sesuai ketentuan LPDP.
Untuk rincian persyaratan tiap jalur, pendaftar dapat mengakses laman resmi LPDP di https://lpdp.kemenkeu.go.id/.
Jenis Beasiswa LPDP 2025
Ada beberapa jenis beasiswa LPDP terbagi menjadi:
Beasiswa Umum: Reguler, Universitas Top Dunia, Parsial.
Beasiswa Afirmasi: Pra Sejahtera, Disabilitas, Pemuda Papua.
Beasiswa Targeted: PNS, TNI, Polri, Kewirausahaan, Dokter Spesialis, Kader Ulama, Talenta Riset.
Beasiswa Prioritas: Program kerja sama dengan universitas ternama dunia seperti NTU, UC Davis, UNSW, dan lainnya.
Keunggulan Beasiswa LPDP
Beasiswa LPDP ini diminati banyak mahasiswa dan penjaringannya bisa dibilang sangat ketat.
Sebenarnya di balik semua itu, apa keunggulan dari mendaftar beasiswa LPDP?
Tunjangan lengkap: mahasiswa akan mendapatkan berbagai tunjangan mencakup; biaya pendidikan, transportasi, visa, asuransi, dan tunjangan bulanan.
Pilihan studi fleksibel: mahasiswa bisa berkuliah baik dalam atau luar negeri.
Tidak wajib LoA: pada pendaftaran LPDP ini, pendaftar tanpa Letter of Acceptance (LoA) tetap bisa melamar.
Banyak pilihan universitas: mahasiswa bisa memilih banyak jurusan atau program studi, termasuk ratusan perguruan tinggi bergengsi internasional.
Pendaftaran beasiswa LPDP selalu menarik banyak peminat.
Jangan lewatkan kesempatan ini untuk meraih pendidikan terbaik dengan dukungan penuh dari pemerintah.***
Artikel Terkait
BTN Mulai Proses Akuisisi Bank Victoria Syariah, Bakal Jadi BUS Baru
Telkom Regional 5 Makin Eksis Dorong Kemajuan Digital UKM
Rekam Jejak Menteri Satryo yang Didemo Anak Buahnya hingga Dituding Arogan: Lahir di Belanda hingga Dikenal sebagai Ilmuwan di Kampus ITB
Untuk Pertama Kalinya Setelah 40 Tahun, Pelantikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump Dilakukan di Dalam Gedung
Dear Guardiola: Hadapi dengan Senyuman, Begini Soal Badai Cedera Man City hingga Lika-liku Rumah Tangga sang Pelatih