Merdeka Sinyal di Daerah 3T, Telkomsel Buka Akses Pendidikan Digital di Pedalaman Sulawesi

photo author
Sutriani Nasiruddin, Sulsel Network
- Minggu, 31 Agustus 2025 | 18:32 WIB
Perjuangan siswa SMK Negeri 1 Rantebulahan Timur dalam mencari jaringan internet untuk keperluan belajar. (IST)
Perjuangan siswa SMK Negeri 1 Rantebulahan Timur dalam mencari jaringan internet untuk keperluan belajar. (IST)

SULSEL NETWORK – Menyambut Hari Kemerdekaan, Telkomsel memperkuat komitmennya untuk menyalakan semangat kemerdekaan melalui pemerataan sinyal, khususnya di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). Upaya ini tidak hanya berfokus pada konektivitas semata, tetapi juga pada pemberdayaan pendidikan dan akses digital yang merata bagi seluruh anak bangsa.

Di SMKN 1 Rantebulahan Timur, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, seorang guru bernama Aris Munandar telah merasakan langsung manfaat dari komitmen Telkomsel ini. Sejak mengabdi pada tahun 2018, Aris kerap menghadapi tantangan akses internet yang minim, yang menghambat proses belajar-mengajar di era digital.

“Kami harus duduk di hutan dan lembah hanya untuk mencari sinyal internet,” ungkap Aris kepada SulselNetwork, Minggu (31/8/2025).

Sekedar diketahui, Kabupaten Mamasa berada tepat di jantung Sulawesi. Meskipun keindahan alamnya memukau dan budayanya kaya, Kabupaten Mamasa di Sulawesi Barat menghadapi tantangan besar yang kerap menjadi masalah bagi daerah pedalaman lainnya: keterbelakangan infrastruktur, khususnya di sektor telekomunikasi. Jauh dari pusat kota, banyak wilayah di Mamasa yang belum terjangkau jaringan sinyal yang stabil, membuat akses internet dan komunikasi menjadi barang mewah.

Baca Juga: Nyalakan Semangat Indonesia, Telkomsel Sambut HUT RI ke-80 dengan Kontribusi dan Inovasi Tiada Henti

Keterbatasan ini tidak hanya menghambat aktivitas sehari-hari, tetapi juga menjadi kendala serius dalam sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Para pelajar dan guru kesulitan mengakses materi digital, pelaku usaha lokal terisolasi dari pasar yang lebih luas, dan informasi penting sering kali tidak sampai ke masyarakat dengan cepat. Kesenjangan digital ini menjadi ironi di tengah pesatnya kemajuan teknologi, menyoroti urgensi pemerataan infrastruktur telekomunikasi agar potensi Mamasa dapat sepenuhnya terwujud.

Namun, kehadiran jaringan 5G Telkomsel yang terluas dan terdepan di Indonesia telah mengubah realitas tersebut. Aris kini mengandalkan Telkomsel Orbit, solusi internet rumah berbasis modem Wi-Fi, yang memanfaatkan sinyal kuat 4G/5G. Solusi ini memungkinkan sekolah untuk mengakses sumber belajar tanpa batas, mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, dan mengintegrasikan teknologi digital ke dalam kurikulum.

"Dengan adanya jaringan internet, ilmu pengetahuan mudah didapat dan dicari," ujar Aris.

Ia menambahkan bahwa kini guru bukan lagi satu-satunya sumber belajar. Siswa dapat dengan mudah mengakses informasi terbaru, dan pembelajaran bisa dilakukan di mana saja.

Konektivitas yang stabil ini juga menjadi tulang punggung bagi administrasi sekolah. Sistem Informasi Sekolah (SIS) berbasis cloud dapat digunakan untuk mengelola data secara efisien, sementara pelaporan data ke Dapodik dan penggunaan dana BOS menjadi lebih transparan.

Baca Juga: Sambut Kemerdekaan ke-80 RI, Telkomsel Hadirkan Sinyal di Desa Harapan: Wujudkan Akses Digital Tanpa Sekat

Bahkan, bagi Aris pribadi, jaringan internet menjadi penghubung vital untuk berkomunikasi dengan keluarga di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, menunjukkan bagaimana konektivitas berdayakan kehidupan pribadi.

Telkomsel Luncurkan RoaMAX Prestige dan RoaMAX Auto-On, Dukung Pendidikan Tanpa Batas Geografis

Dalam rangka merayakan tiga dekade inovasi “Majukan Indonesia”, Telkomsel tidak hanya berfokus pada pemerataan sinyal di dalam negeri, tetapi juga membuka gerbang konektivitas global. Melalui peluncuran dua terobosan roaming terbaru, RoaMAX Prestige dan RoaMAX Auto-On, Telkomsel mendukung ekosistem pendidikan, khususnya bagi pelajar, peneliti, dan pendidik yang sering terlibat dalam pertukaran pelajar atau riset lintas negara.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Muammar M

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X