Apple Rilis iPhone 15, Kok Sahamnya Malah Turun? Simak Yuk Penjelasannya

photo author
Mardhani Muchlis, Sulsel Network
- Rabu, 13 September 2023 | 19:23 WIB
Resmi, iPhone 15 dan iPhone 15 Pro telah diumumkan oleh perusahaan Apple. (Youtube/@apple.)
Resmi, iPhone 15 dan iPhone 15 Pro telah diumumkan oleh perusahaan Apple. (Youtube/@apple.)

SulselNetwork.com -- Apple baru saja merilis iPhone terbarunya pada 12 September 2023. Perilisan tersebut, nyatanya membuat saham perusahaan malah turun.

Diketahui, saham perusahaan paling berharga di dunia Apple ini turun 1,71 persen ke US$176,30 pada hari Selasa, setelah raksasa teknologi tersebut mengumumkan produk terbarunya. Kapitalisasi pasar perusahaan tercatat berada di angka US$2,76 triliun atau sekitar Rp41.250 triliun.

Acara pada hari Selasa (12/9/2023) waktu AS sebagian besar berfokus pada launching model iPhone dan Apple Watch baru, tidak memberikan kejutan besar bagi Wall Street.

Baca Juga: Sinopsis VISH di ANTV Episode 6: Sabrina Mengincar Kalung Aidtya, Dr Aliya Menyelamatkan Aditya

Saham Apple sempat merosot lebih jauh, hingga turun sekitar 2,5 persen selama perdagangan intraday, setelah Apple mengumumkan harga untuk jajaran iPhone 15 mendatang. Hal ini karena sejumlah analis memperkirakan kenaikan harga di seluruh jajaran Pro, namun Apple hanya menaikkan harga awal ponsel Pro Max-nya saja.

IPhone 15 Pro Max termurah sekarang akan berharga US$1.199 untuk model 256GB, dibandingkan harga awal US$1.099 untuk iPhone 14 Pro Max 128GB tahun lalu. Tidak ada iPhone 15 Pro Max 128GB.

IPhone 15 Pro akan mulai dari $999 untuk versi 128GB yang mana angkanya sama seperti tahun lalu. Saham Apple telah turun sekitar 6,5 persen selama bulan September. Akan tetapi masih tumbuh hingga 35 persen pada tahun ini.

Baca Juga: Sinopsis VISH di ANTV Episode 7: Dr Aliyah dan Aditya Makin Dekat Aja Nih

Sebelumnya bank sentral Swiss (Swiss National Bank/SNB) mengumumkan divestasi pada sejumlah portofolio, termasuk pemangkasan pada kepemilikan di saham Apple. Dalam pengungkapan kepada komite bursa AS (SEC), Swiss National Bank diketahui menjual 6 juta saham Apple sehingga investasinya tersisa 57 juta saham.

Selain itu, baru-bari ini Apple juga harus menghadapi tantangan ganda di bulan September dari Tiongkok. Negara ini telah melarang pejabat pemerintah menggunakan iPhone di tempat kerja, dan Huawei yang berbasis di Shenzhen merilis ponsel berkecepatan tinggi dan berharga mahal yang dapat menggerogoti pangsa pasar Apple.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mardhani Muchlis

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X