Dari Tanah Nusantara ke Mancanegara: Java Fresh Berdayakan Petani Lokal untuk Ekspor Buah ke 25 Negara

photo author
Muammar M, Sulsel Network
- Jumat, 10 April 2026 | 07:37 WIB
Dari Tanah Nusantara ke Mancanegara: Java Fresh Berdayakan Petani Lokal untuk Ekspor Buah ke 25 Negara
Dari Tanah Nusantara ke Mancanegara: Java Fresh Berdayakan Petani Lokal untuk Ekspor Buah ke 25 Negara

SULSEL NETWORK – Indonesia, dengan iklim tropis dan tanah vulkanik yang membentang di ribuan pulau, menyimpan potensi agrikultur yang luar biasa. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi buah Nusantara mencapai 28,24 juta ton pada tahun 2023. Per Maret 2024, Indonesia bahkan menduduki peringkat keenam sebagai produsen buah terbesar di dunia.

Meski memiliki potensi masif, pengelolaan kebun yang belum optimal kerap menjadi batu sandungan bagi konsistensi kualitas di pasar ekspor. Merespons tantangan tersebut, Java Fresh hadir sejak 2014 sebagai wirausaha sosial yang menjembatani petani kecil dengan pasar global, sekaligus menggerakkan roda ekonomi langsung dari jantung komunitas pedesaan.

Baca Juga: Dukung Masyarakat Makassar Berinvestasi, Bank DBS Hadirkan One-Bank Solution

Co-Founder & CEO Java Fresh, Margareta Astaman, mengungkapkan bahwa perjalanan perusahaannya selama lebih dari satu dekade merupakan hasil kolaborasi strategis dengan berbagai pihak, termasuk universitas, lembaga riset, dan sektor swasta seperti Bank DBS Indonesia melalui DBS Foundation.

"Pada tahun 2025 saja, kami berhasil mengekspor 300.000 ton buah segar," ungkap Margareta.

Mengurai Empat Tantangan Utama Pertanian Buah

Dalam perjalanannya membawa buah Indonesia ke panggung internasional, Java Fresh mengidentifikasi empat kendala utama yang kerap dihadapi oleh industri agrikultur lokal:

  • Kapasitas Lahan Skala Mikro: Mayoritas petani hanya mengelola lahan di bawah 0,5 hektar, membuat produktivitas dan konsistensi pasokan sulit dijaga.

  • Reliabilitas dan Sertifikasi: Ketatnya standar kualitas, keamanan pangan, dan sistem ketertelusuran (traceability) di pasar internasional belum diimbangi dengan pemahaman petani akan sertifikasi global.

  • Keterbatasan Teknologi Pascapanen: Minimnya inovasi membuat umur simpan buah hanya bertahan 14–18 hari, sehingga pengiriman sangat bergantung pada kargo udara yang mahal.

  • Akses Pendanaan: Kurangnya akses pembiayaan menghambat investasi petani untuk meningkatkan kualitas kebun dan mengadopsi teknologi baru.

Baca Juga: Riset DBS: Delegasi Tanggung Jawab dan Pemberdayaan Tim Hal Terpenting Transformasi Digital bagi Perusahaan

"Produk petani Indonesia memiliki kualitas yang tak kalah saing. Karena itu, kami menerapkan langkah strategis mulai dari standar grading, penanganan buah, hingga teknologi perpanjangan umur simpan, agar buah lokal tetap kompetitif sekaligus memberdayakan komunitas," tambah Margareta.

Memutus Rantai Kemiskinan Melalui Pendekatan Komunitas

Java Fresh berupaya memutus rantai distribusi panjang dan praktik ijon yang selama ini merugikan petani kecil. Dengan pendampingan yang mencakup perawatan pohon, teknik panen, hingga standar sorting internasional, hasil panen petani kini memiliki nilai jual tinggi.

Dampak sosial ini terlihat nyata di lapangan. Akses pasar yang lebih baik telah memampukan banyak petani binaan untuk merenovasi rumah hingga menyekolahkan anak ke jenjang pendidikan tinggi, seperti kisah Ibu Edah yang berhasil membiayai pendidikan anaknya hingga strata dua (S2).

Selain petani, Java Fresh juga menaruh perhatian besar pada pemberdayaan perempuan. Melalui program pelatihan handling berstandar ekspor, edukasi finansial, hingga penyediaan makan siang bergizi, perempuan pedesaan yang sebelumnya minim akses kini memiliki keterampilan dan kemandirian ekonomi. Saat ini, Java Fresh telah memberdayakan sedikitnya 210 pekerja perempuan yang tersebar di enam packing house.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Muammar M

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X