SULSEL NETWORK – Kasus dugaan pembobolan Rekening Dana Nasabah (RDN) PT Panca Global Sekuritas di Bank BCA yang belakangan mencuat ke publik dan disebut menimbulkan potensi kerugian hingga Rp70 miliar, turut menjadi perhatian Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di daerah.
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin, menegaskan bahwa OJK akan memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan perlindungan terhadap investor tetap terjaga.
"Kejadian ini menjadi pengingat bahwa sistem keamanan transaksi keuangan harus terus diperkuat. OJK bersama seluruh pemangku kepentingan senantiasa mengutamakan kepentingan nasabah, termasuk memastikan perlindungan dana investor,” kata Muchlasin di Makassar, Kamis (18/9/2025).
Baca Juga: Sulsel Raih Kuota Jaringan Gas, Gubernur Andi Sudirman Apresiasi Kementerian ESDM
Seperti diketahui, kasus ini bermula dari laporan PT Panca Global Kapital Tbk (PEGE) melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Manajemen menyebut adanya aktivitas mencurigakan pada 9 September 2025, berupa penarikan dana cepat dan berulang ke rekening di luar daftar resmi (whitelist). Aktivitas tersebut diduga melibatkan pengalihan dana melalui sistem host to host BCA.
Manajemen Panca Global Sekuritas (PGS) mengklaim telah mengembalikan dana ke RDN terdampak pada 10 September 2025, serta menonaktifkan sistem yang diduga terganggu. Perusahaan juga menegaskan akan mengutamakan kepentingan nasabah dan meminimalisir dampak kerugian.
Menanggapi kasus ini, OJK pusat bersama Self-Regulatory Organization (SRO) langsung memperketat aturan transfer RDN. Kini, penarikan dana dari RDN hanya dapat dilakukan ke rekening atas nama nasabah yang sama atau rekening lain yang telah terdaftar. Selain itu, layanan RDN pada hari libur resmi dihentikan untuk memperkuat perlindungan.
Corporate Secretary BCA, I Ketut Alam Wangsawijaya, dalam keterbukaan informasi BEI menyatakan pihaknya sedang melakukan investigasi mendalam bersama perusahaan sekuritas terkait, serta menegaskan bahwa BCA memiliki standar keamanan berlapis dalam menjaga data dan transaksi nasabah.
Baca Juga: Toyota Agya: Jagoan Gen Z, Makin Stylish dan Irit di Jalanan
Muchlasin menambahkan, kejadian ini tidak hanya menjadi perhatian di tingkat nasional, tetapi juga menjadi pelajaran penting bagi ekosistem pasar modal di daerah.
> “Investor di Sulawesi Selatan kami imbau untuk tetap tenang, waspada, dan selalu memastikan transaksi dilakukan sesuai prosedur resmi. OJK akan terus memantau perkembangan investigasi ini,” tutupnya.***
Artikel Terkait
Merebak Kasus Siswa Keracunan di 6 Daerah Berbeda dalam Sepekan Terakhir, Jadi Alarm Serius soal Standar Kebersihan Sajian MBG
McDonald’s Indonesia Hadirkan Happy Meal TinyTAN BTS dengan Koleksi Eksklusif
Perbankan Sulsel Tumbuh Moderat, Aset Capai Rp207,33 Triliun
Kredit Melambat, Perbankan Sulsel Tetap Tumbuh Positif
CoreLab Promedia 2025 Bakal Meluncur ke Kampus Unesa Surabaya, Event Seru Menyelami Dunia Content Creator