Perbankan Sulsel Tumbuh Stabil, NPL Terkendali dan Aset Tembus Rp207 Triliun

photo author
Sutriani Nasiruddin, Sulsel Network
- Senin, 13 Oktober 2025 | 20:34 WIB
Ilustrasi perbankan. (Instagram @indopremier)
Ilustrasi perbankan. (Instagram @indopremier)

SULSEL NETWORKSektor jasa keuangan di Sulawesi Selatan terus menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah dinamika ekonomi global. Data terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat per Juni 2025 mencatat, total aset perbankan di Sulsel telah mencapai Rp207,33 triliun, tumbuh 5,90 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kinerja positif juga terlihat pada Dana Pihak Ketiga (DPK) yang naik 7,73 persen menjadi Rp141,69 triliun, serta penyaluran kredit yang meningkat 3,89 persen dengan total Rp167,47 triliun.

Kepala OJK Sulselbar Moch. Muchlasin mengatakan, pertumbuhan ini menjadi bukti bahwa perbankan di Sulsel tetap mampu beradaptasi dan menjalankan fungsi intermediasi dengan baik.

Baca Juga: Kinerja Sektor Keuangan Sulsel Tetap Kinclong, Kredit dan DPK Tumbuh Positif

“Perbankan kita tetap menunjukkan kinerja yang solid. Rasio LDR berada di angka 120,30 persen, artinya fungsi intermediasi berjalan optimal. Sementara rasio NPL juga terkendali di level 2,99 persen, menandakan kualitas pembiayaan tetap sehat,” ujar Muchlasin.

Ia menjelaskan, stabilitas tersebut tidak hanya menunjukkan daya tahan industri keuangan, tetapi juga menjadi penopang penting bagi aktivitas ekonomi di Sulawesi Selatan.

“Kami terus mendorong agar perbankan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas, serta memperluas akses pembiayaan bagi sektor-sektor produktif seperti UMKM,” tambahnya.

Dari sisi kelembagaan, ekosistem industri jasa keuangan di Sulawesi Selatan semakin beragam. Saat ini terdapat 53 bank umum dengan 860 kantor, 25 BPR dengan 49 kantor, 83 perusahaan asuransi, 60 perusahaan pembiayaan, serta 16 perusahaan efek yang aktif melayani masyarakat di berbagai kabupaten/kota.

Baca Juga: Industri Jasa Keuangan di Sulsel Tetap Tangguh, Aset Perbankan Tembus Rp207 Triliun

Muchlasin menegaskan, OJK Sulselbar akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah daerah maupun pelaku industri, untuk memperluas inklusi keuangan dan menjaga stabilitas sistem keuangan di wilayah timur Indonesia ini.

“Kami ingin memastikan masyarakat semakin mudah mengakses layanan keuangan formal yang aman dan bermanfaat, sehingga pertumbuhan ekonomi Sulsel dapat berkelanjutan,” pungkasnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ramadhani

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X