ekonomi

Bisnis Jalangkote 'Mayangsari' Kian Laris di Tanah Kaili, Berkat Bantuan si Pinky Manis Bright Gas 5,5 Kg

Senin, 30 Oktober 2023 | 13:51 WIB
Bisnis Jalangkote 'Mayangsari' Kian Laris di Tanah Kaili, Berkat Bantuan si Pinky Manis Bright Gas 5,5 Kg (Pertamina)

SulselNetwork.com -- Bagi orang Sulawesi kata jalangkote sudah biasa didengar dan diburu karena kelezatannya sebagai camilan, namun tidak bagi orang-orang di daerah lainnya. Lalu apa itu jalangkote?

Jalangkote adalah makanan khas Sulawesi. Dari segi bahan pembuatannya, jalangkote terbuat dari tepung terigu, telur, santan, mentega dan garam. Camilan ini sangat enak disantap menggunakan sambal cair campuran cuka dan cabai.

Jalangkote sekilas tampilannya memang sangat mirip dengan pastel. Baik jalangkote maupun pastel memiliki bentuk seperti bulan separuh dengan ukiran khas di sepanjang sisinya.

Nah, kue pastel yang sering kita temui di pinggir jalan atau di pasar biasanya berisi daging ayam dan telur. Sementara jalangkote biasanya berisi daging sapi, ikan, hingga ada juga yang berisi ubi jalar.

Baca Juga: Merawat Pesisir, Dukung Ekosistem Karbon Biru: Pertamina Hadirkan Rumah Pembibitan Tanam Mangrove di Lantebung

Sementara dari sejarahnya, jalangkote disebut berasal dari dua kata yakni jalang dan kote. Jalang artinya jalan, sementara kote memiliki arti berkotek-berkotek alias berteriak. Camilan ini dulunya sering dijual anak-anak di Sulawesi.

Kini jajanan yang serupa pastel itu, mulai digandrungi dengan harga ekonomis, cocok dijadikan makanan ringan berteman dengan secangkir teh atau kopi bahkan minuman lainnya.

Pemilik Usaha Jajanan Jalangkote 'Mayangsari', Mayangsari Aminuddin, meski disibukkan dengan pekerjaan utamanya sebagai ibu rumah tangga (IRT), perempuan usia 29 tahun ini tetap fokus merintis usahanya.

Owner Jalangkote Mayangsari, Ibu Mayangsari (@mayangsariaminuddin)

Kunci kenikmatan jalangkote Mayangsari adalah terletak pada keistimewaan sambalnya. Sambal yang terbuat dari cuka, kaldu, bawang putih, cabai dan gula. Paduan jalangkote dan sambalnya itupun menjadi kudapan favorite di kalangan pecinta gorengan.

Sembari duduk santai dengan menikmati secangkir tehnya, Mayangsari menceritakan sedikit tetang pengalaman hidupnya. Tentang bagaimana Mayangsari yang dulunya karyawan di perusahaan di Kota Makassar akhirnya memutuskan berimigrasi ke kota Palu, Sulawesi Tengah.

Mayangsari mulai membidik peluang bisnis jalangkote sejak Agustus 2017, awalnya hanya berjualan lewat online di Facebook (FB), iseng-iseng jualan asinan rambutan kekinian yang lagi viral hingga pisang goreng.

"Seminggu jualan itu, Alhamdulillah ada juga peminatnya, jadi lanjut minggu kedua, akhirnya memutuskan untuk membuat jalangkote. Ternyata peminatnya juga ada," kata Mayang memulai kisahnya.

Berbekal kejeliannya itupun, Mayangsari meraup pundi-pundi rupiah dari makanan khas Sulawesi tersebut hingga sesukses saat ini.

Halaman:

Tags

Terkini