ekonomi

Investasi Jadi Mesin Penggerak Ekonomi, Upaya Bank Indonesia Dorong Investor Global dengan Berbagai Promosi

Senin, 6 November 2023 | 23:26 WIB
Investasi Jadi Mesin Penggerak Ekonomi, Upaya Bank Indonesia Dorong Investor Global dengan Berbagai Promosi (@bank_indonesia)

SulselNetwork.com -- Bank Indonesia bersama pemerintah terus berupaya mendorong investasi dan perdagangan internasional untuk memastikan pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Mulai dari pembangunan infrastruktur, ketersedian lapangan kerja, penyerapan tenaga kerja, hingga peningkatan angka pertumbuhan ekonomi, kira-kira negara akan mendapat modal dari mana?

Bagi perekonomian negara, investasi dan ekspor memiliki peranan penting dalam memengaruhi naik turunnya angka pertumbuhan ekonomi. Itulah mengapa investasi juga disebut sebagai Engine of growth atau penggerak pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Dengan adanya investasi, artinya negara memiliki tambahan modal dan kemampuan untuk memproduksi barang-barang dan jasa, peningkatan produksi akan memperluas lapangan pekerjaan yang juga memberikan pengaruh dalam penyerapan tenaga kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan pendapatan.

Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Modal (BKPM) mengumumkan realisasi investasi pada kuartal III-2023 sebesar Rp374,4 triliun. Realisasi ini tumbuh 21.95% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy) dan tumbuh 7% dibandingkan kuartal sebelumnya (qtq).

Baca Juga: Bank Indonesia Pastikan Kecukupan Uang Rupiah Selama Ramadan dan Idul Fitri 2023

Dari realisasi tersebut, penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp196,2 triliun (52,4%) tumbuh 16,2% secara yoy dan 5,3% secara qoq. Sisanya adalah penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp178,2 triliun (47,6%), tumbuh 28,2% yoy dan qoq 9%.

Perkembangan realisasi Investasi di Indonesia (Aulia)

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat ditopang naiknya permintaan domestik dan positifnya kinerja ekspor. Konsumsi swasta diprakirakan semakin kuat seiring dengan naiknya mobilitas, membaiknya keyakinan konsumen, dan meningkatnya daya beli seiring dengan penurunan inflasi. Kegiatan investasi tetap berlanjut, terutama investasi non-bangunan.

Investasi memang membuat Indonesia memiliki geliat ekonomi yang tinggi. Oleh karena itu, Bank Indonesia aktif memamerkan proyek-proyek investasi tanah air kepada investor global, termasuk di Jepang. Dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi global, Indonesia memerlukan kebijakan domestik yang kuat dan kerja sama ekonomi.

Bank Indonesia terus menjalin kerja sama, baik dengan otoritas terkait dalam negeri, maupun kerja sama internasional. Salah satunya negara Jepang yang merupakan negara mitra Indonesia. Hal ini tidak lepas dari terjalinnya 65 tahun hubungan diplomatik sejak penandatanganan Perjanjian Perdamaian Jepang-Indonesia pada 20 Januari 1958.

Baca Juga: Sinopsis BHAGYA LAKSHMI Episode 140: Lakshmi Dapat Perkerjaan, Neelam Beri Karishma Peringatan

Bank Indonesia juga tengah menjajaki kerja sama investasi dan perdagangan dengan Jepang melalui Indonesia Invesment Forum di Tokyo. Agenda ini sekaligus mewarnai peringatan 65 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Jepang, dengan tema "Satu Hati" (Kokoro Hitotsu Ni).

Hubungan Indonesia dan Jepang bukan hanya terkait mitra dalam kemajuan, tetapi juga menjadi mercusuar bagi pertumbuhan, perdamaian, dan stabilitas kawasan. Apalagi kedua negara di tahun 2023 ini sama-sama berperan penting dalam perekonomian kawasan dan dunia.

Sebagai mitra strategis, kedua negara selalu memperkuat kerja sama di berbagai bidang termasuk bidang ekonomi. Bank sentral kedua negara pun memiliki hubungan erat yang kerap bersinergi di dalam area kebanksentralan.

Halaman:

Tags

Terkini