ekonomi

Awal Mula Terbongkarnya Kasus Pabrik Uang Palsu di Kampus UIN Alauddin Makassar

Kamis, 19 Desember 2024 | 06:53 WIB
Ilustrasi. Pabrik Uang Palsu di Perpustakaan UIN Alauddin: 15 Tersangka Ditangkap, Termasuk Kepala Perpustakaan. (Dzikri Abdi Setia/Lampungnesia.com)

SulselNetwork.com -- Polisi membongkar kasus dugaan sindikat uang palsu (upal) di kampus UIN Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Polisi menyita mesin pencetak upal dari dalam gedung perpustakaan kampus yang diduga dijadikan sebagai pabrik uang palsu.

Kasus uang palsu di UIN Alauddin Makassar tersebut, mulai diusut sejak awal Desember 2024. Polisi mulanya menangkap salah satu pelaku yang diduga mengedarkan uang palsu senilai Rp500 ribu di Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa.

"Lokasi awalnya di Pallangga, yaitu Rp500 ribu. Kita temukan transaksi dengan menggunakan uang palsu Rp 500 ribu," ungkap Kapolres Gowa AKBP Rheonald T Simanjuntak kepada wartawan di Polres Gowa, Senin.

Baca Juga: Kalla Toyota Hadirkan Wonderful December, Waktu yang Tepat Membeli Mobil Impian Sebelum Harga Naik

Polisi yang mengembangkan temuan itu kemudian melakukan penggerebekan di dalam kampus UIN Alauddin Makassar. Hasilnya, ditemukan uang senilai Rp 446,7 juta dari salah satu gedung kampus yang terletak di Kecamatan Sompa Opu, Gowa.

"Saya ulangi sekali lagi Rp446.700.000 barang bukti yang kami temukan di dalam salah satu kampus tersebut, (uang palsu) pecahan Rp100 ribu," tegas Rheonald.

Rheonald tidak menampik saat ditanya apakah uang palsu itu diamankan dari gedung perpustakaan UIN Alauddin Makassar. Namun dia mengaku belum dapat merincikan lebih jauh.

"Yang pasti di salah satu universitas. Kami pengungkapan ini juga dibantu, dibuat terang rektor universitas di Gowa," imbuhnya.

Baca Juga: Komitmen Berantas Korupsi, OJK Punya Strategi Antikecurangan dengan 4 Pilar

Aparat turut menyita sejumlah barang bukti dari dalam gedung tersebut. Salah satunya adalah mesin cetak yang diduga digunakan memproduksi uang palsu di sebuah ruangan kedap suara.

"Mesin cetak, alat potong, kemudian kami juga sita dinding yang dia buat gudang. Jadi gudang itu ditutup (dinding) peredam suara itu juga kita sita, ada juga di samping mesin itu," paparnya.

Rheonald belum mengetahui jenis dan spesifikasi mesin cetak yang disita tersebut. Penyidik kepolisian akan berkoordinasi dengan ahli untuk mengusut tuntas kasus ini.

"Makanya saya belum mau menyampaikan rilis yang selengkapnya karena kita mau tau itu mesin apa, alat bukti ini apa-apa saja. Jadi ahli nanti yang menjelaskan, kalau kami kepolisian mengumpulkan alat bukti," jelasnya.

Dia menambahkan, kasus yang telah naik ke tahap penyidikan ini diusut menggunakan metode scientific crime investigation. Penyidik juga menggandeng pihak perbankan untuk mengusut perkara tersebut.

Halaman:

Tags

Terkini