ekonomi

2025, OJK Melalui TPAKD Bakal Lanjutkan Fokus Budidaya Pisang Cavendish dan Kakao

Kamis, 2 Januari 2025 | 18:51 WIB
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Darwisman. (Dok OJK)

SulselNetwork.com -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) untuk 2025 mendatang akan fokus untuk budidaya pisang cavendish dan pengembangan ekosistem kakao. Pengembangan tersebut bakal menjadi fokus utama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dalam program High Impact.

Kepala OJK Sulselbar Darwisman mengatakan budidaya pisang cavendish akan terus dilanjutkan, termasuk juga program pengembangan ekosistem kakao yang akan terus kita lanjutkan di tahun depan.

"Kami akan terus mendorong program-program high impact yang dinilai dapat meningkatkan perekonomian di Sulawesi Selatan,” kata Darwisman dalam keterangannya.

Apalagi, lanjutnya, program yang digagas melalui TPAKD ini bertujuan untuk memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, pengembangan ekosistem budidaya pisang cavendish terus dilanjutkan di tahun mendatang sebab terjadi peningkatan skala. Baik dari segi penambahan off-taker, sebaran lokasi atau daerah budidaya, jumlah industri jasa keuangan (IJK), jumlah petani, hingga luas lahannya.

Baca Juga: Sinergi Berbuah Prestasi, Adira Finance Raih Puluhan Penghargaan Sepanjang 2024

“Bahkan sejak dicanangkan pada 2023 kita terus melakukan scale-up mulai dari penambahan off-taker, sebaran lokasi budidaya juga bertambah, termasuk lahannya,” sebutnya.

Darwisman menjelaskan, pada periode 2025 luas lahan yang akan dimanfaatkan dalam budidaya pisang cavendish ini seluas 2.433 hektare (Ha) dari 49,5 Ha di 2024. Makin luasnya lahan budidaya pisang cavendish tersebut tentunya turut mempengaruhi peningkatan petani pada komoditas tersebut.

“Harapannya dengan luas lahan yang bertambah maka jumlah petaninya juga meningkat dari 25 petani saat ini (2024) menjadi 2.433 petani di 2025,” lanjutnya.

Peningkatan skala ekosistem budidaya pisang cavendish ini juga tentunya hingga ke daerah. Dimana, pada 2024 ada 5 kabupaten dan kota yang mengembangkan budidaya pisang cavendish, sementara di 2025 akan menyentuh 15 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.

Antara lain, Kabupaten Pinrang, Luwu Utara, Soppeng, Maros, Pangkep, Takalar, dan Luwu Utara. Kemudian, Kabupaten Luwu, Enrekang, Sidrap, Wajo, Bone, Gowo, Jeneponto, dan Kota Parepare.

“Peningkatan juga terjadi pada off-taker nya yang awalnya hanya PT CAP, sekarang juga ada ke PT NSA. Begitu juga jumlah IJK-nya yang terus bertambah,” ungkap Darwisman.

Secara besaran (potensi) luas lahan budidaya pisang cavendish ini ada di Luwu Utara dengan luas 460 Ha, Kabupaten Maros dengan 299 Ha luas lahan, kemudian 278 Ha lahan potensial di Kabupaten Bone, serta 261 Ha di Kabupaten Gowa.

“Kemudian ada 200 Ha lahan potensial di Kabupaten Pinrang dan Takalar, serta 100 Ha lahan di Luwu Timur,” jelasnya.

Halaman:

Tags

Terkini