SULSEL NETWORK -- Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali mencuri perhatian di tingkat nasional setelah Provinsi Sulsel dan Kabupaten Maros ditetapkan sebagai nominasi dalam ajang bergengsi TPKAD Award 2025 yang digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Apa itu TPKAD Award?
TPKAD (Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah) Award adalah penghargaan nasional dari OJK yang mengapresiasi pemerintah daerah yang berhasil meningkatkan akses layanan keuangan bagi masyarakat, terutama di wilayah pedesaan. Kompetisi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari inklusi keuangan hingga pemberdayaan ekonomi lokal.
Persiapan Asesmen oleh OJK:
Sebagai bagian dari proses nominasi, OJK Sulselbar mengadakan audiensi dengan Sekretaris Daerah Sulsel, Jufri Rahman, di kantor Gubernur Sulsel pada 3 Juni 2025. Pertemuan ini turut dihadiri Biro Ekonomi Setda Sulsel dan membahas strategi penyusunan laporan asesmen oleh tim penilai dari OJK pusat, Kementerian Dalam Negeri, dan kementerian teknis lainnya.
Baca Juga: OJK: Premi Asuransi Umum Capai Rp55,84 Triliun Hingga April 2025
Sekda Jufri Rahman menyatakan kesiapan untuk memaparkan berbagai langkah konkret yang telah ditempuh. Penguatan ekonomi lokal berbasis sektor prioritas (seperti pertanian), Fasilitasi pembiayaan bagi pelaku UMKM, serta Pembangunan ekosistem keuangan inklusif di desa-desa.
Prestasi dan Harapan
Sulsel sebelumnya telah sukses meraih TPKAD Award pada tahun 2019 dan 2020. Setelah sempat tertunda pada 2021 akibat pandemi dan pemilu nasional, penghargaan ini kini kembali digelar pada 2025.
Kepala Divisi Pengawasan dan Perlindungan Konsumen OJK Sulselbar, Amiruddin Muhidu, menegaskan mengatakan penetapan Maros sebagai nominasi bukan tanpa alasan.
OJK Sulselbar bekerja sama dengan TPKAD Kabupaten Maros sejak awal tahun untuk merumuskan strategi akses keuangan 2025 dan mengevaluasi pencapaian program pada 2024.
Kinerja sektor keuangan di Maros cukup solid, dengan pertumbuhan aset perbankan dan kredit sektor produktif seperti perdagangan, pertanian, dan jasa masyarakat.
Menurut data, hingga Februari 2025, aset perbankan Maros meningkat 2,58% menjadi Rp 3,16 triliun, dan kredit tumbuh 2,45% menjadi Rp 3,19 triliun. Program KUR juga telah disalurkan sebesar Rp 131 miliar kepada 2.363 debitur UMKM.
Baca Juga: Daftar 30 Pemain Timnas U-23 Indonesia untuk TC Piala AFF U-23 2025