ekonomi

Inovasi Berkelanjutan Pertamina: AFT Hasanuddin Sulap Limbah MBG Jadi Pakan Ternak, Perkuat Ketahanan Pangan Lokal

Rabu, 23 Juli 2025 | 08:29 WIB
Wujud Nyata TJSL: AFT Hasanuddin Kolaborasi dengan Badan Gizi Nasional, Optimalkan Limbah Makanan untuk Pemberdayaan Masyarakat

SULSEL NETWORK – PT Pertamina Patra Niaga melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin dengan bangga mencatatkan tonggak sejarah baru sebagai perusahaan pertama di Sulawesi yang berhasil mengoptimalkan pengelolaan limbah dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Inisiatif strategis ini merupakan bagian integral dari komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat secara nyata.

 

Langkah signifikan ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara AFT Hasanuddin dan Badan Gizi Nasional, yang berlangsung di ruang rapat AFT Hasanuddin pada Jumat, 18 Juli 2025. Acara tersebut dihadiri oleh Aviation Fuel Terminal Manager Hasanuddin Andreas Yanuar Arinawan, Direktur Wilayah III Badan Gizi Nasional Enny Indarty, S.STP, M.Si, Ketua Kelompok Ternak Laleng Kassie, Maryama, serta jajaran manajemen dan karyawan Pertamina.

Program inovatif ini bertujuan untuk mengelola limbah organik yang berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang selama ini berpotensi mencemari lingkungan. Melalui skema kolaborasi ini, limbah makanan tersebut akan dikumpulkan dan diolah oleh Kelompok Ternak Laleng Kassie menjadi pakan alternatif yang bernilai ekonomis bagi bebek petelur. Inisiatif ini merupakan bagian tak terpisahkan dari program CSR AFT Hasanuddin yang lebih luas.

Baca Juga: Operasional Normal, Korban Ditangani Optimal: Pertamina Responsif Terhadap Insiden di Terminal BBM Palopo

“Kerja sama ini adalah wujud nyata dukungan Pertamina terhadap program strategis nasional. Kami mengintegrasikan TJSL berbasis lingkungan dengan model pemberdayaan masyarakat yang secara langsung memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal,” ujar Andreas Yanuar Arinawan dalam sambutannya.

Kegiatan penandatanganan ini diawali dengan diskusi teknis yang mendalam mengenai skema kerja sama, tata kelola pengangkutan dan distribusi limbah, serta strategi serapan hasil peternakan oleh Badan Gizi Nasional. Diskusi ini juga secara khusus menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam membangun model ekonomi sirkular yang berkelanjutan.

Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah III Badan Gizi Nasional, Enny Indarty, S.STP, M.Si, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam program ini. “Kolaborasi ini bukan hanya soal pengelolaan limbah, tetapi juga membuka peluang besar untuk meningkatkan ketahanan gizi, menciptakan nilai ekonomi baru, dan menjaga keberlanjutan lingkungan. Ini adalah komitmen bersama untuk masa depan yang lebih sehat dan sejahtera,” kata Enny.

Baca Juga: Sinergi Anti-Fraud: Kajati Sulsel Beri Arahan Pencegahan Korupsi di Pertamina Patra Niaga Sulawesi

Ketua Kelompok Ternak Laleng Kassie, Maryama, menyampaikan apresiasi tulusnya atas dukungan yang diberikan oleh Pertamina. “Program ini sangat berarti bagi kami. Limbah makanan yang biasanya terbuang kini menjadi berkah. Kami bisa mengurangi biaya pakan dan meningkatkan produktivitas peternakan,” tuturnya, menggambarkan dampak positif langsung bagi komunitasnya.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Tengku Muhammad Rum, menambahkan bahwa program ini berkontribusi langsung terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan) dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). “Inisiatif ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai wilayah Indonesia untuk mendukung target pembangunan berkelanjutan nasional,” tutup Rum.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program TJSL dan kegiatan sosial Pertamina, masyarakat dapat mengakses akun resmi @ptpertaminapatraniaga, @mypertamina, @pertaminasulawesi, atau menghubungi Pertamina Call Center 135 yang siap melayani 24 jam.

Tags

Terkini