SULSEL NETWORK — Satgas PASTI Daerah Sulawesi Selatan yang terdiri dari OJK, Bank Indonesia, dan LPS memperkuat edukasi keuangan di salah satu daerah dengan akses digital terbatas di Sulsel. Kegiatan ini digelar dalam dua sesi selama 21–22 Juli 2025 di SMA Negeri 2 Rantepao dan Ruang Pola Kantor Bupati Toraja Utara.
Menurut data OJK, Toraja Utara adalah salah satu kawasan paling rawan “blank spot” internet di Sulsel dengan lebih dari 563 titik tanpa akses digital . Kondisi itu menambah tantangan tersendiri saat menghadapi investasi dan pinjol ilegal yang menyasar masyarakat lewat jalur online.
Edukasi Tersegmen & Bebas Akses Digital
Pada sesi pertama, sekitar 400 siswa SMA mendapatkan pendidikan langsung tentang risiko keuangan ilegal dan judi online, agar mereka menjadi penentu sehat di era digital. Sesi kedua menyasar ASN dan pemangku kebijakan lokal, menjelaskan peran mereka dalam mencegah penetrasi keuangan ilegal ke masyarakat luas.
Baca Juga: Satgas PASTI Sulsel Edukasi Pelajar dan ASN Toraja Utara soal Bahaya Keuangan Ilegal dan Judi Online
Sinergi Kelembagaan: OJK, BI & LPS
Kolaborasi ditandai dengan tiga sesi materi:
• OJK (Mochamad Muchlasin) menekankan pentingnya literasi keuangan sebagai cara mendeteksi penipuan investasi bodong.
• Bank Indonesia memaparkan keamanan sistem pembayaran digital dan dampak ekonomi pinjol dan judi online.
• LPS menjelaskan perbedaan antara lembaga berizin dan ilegal serta perlindungan simpanan masyarakat.
Konten Strategis untuk Wilayah Tertinggal
Turut hadir Bupati Frederik Victor Palimbong, yang mengajak masyarakat dan pelajar menjadi “garis pertama” deteksi aktivitas finansial ilegal. Sementara Asisten Direktur OJK, Indra Natsir Dahlan, menyatakan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada peran aktif ASN dalam menolak tawaran investasi ilegal, lebih cepat dari penetrasi ke masyarakat.
Baca Juga: Donor Darah di OJK Sulselbar: Kolaborasi yang Tinggalkan Dampak Nyata
Hasil & Harapan Jangka Panjang
Kampanye ini memantapkan 400 pelajar dan puluhan ASN untuk lebih kritis terhadap transaksi keuangan. “Target kami bukan hanya menghentikan aktivitas ilegal, tapi membangun generasi yang siap berhadapan dengan tantangan keuangan digital”, ujar Mochamad Muchlasin.
OJK Sulselbar mengikuti program rutin Satgas PASTI 2025, berkolaborasi dengan berbagai daerah, terutama wilayah dengan akses terbatas, untuk membangun ekosistem keuangan yang sehat dan inklusif.***