SULSEL NETWORK – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Makassar dan Sulawesi Selatan kini tak lagi sekadar tempat mengisi bensin. Di bawah komando PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, SPBU tengah bertransformasi menjadi pusat layanan terpadu (One Stop Service) yang mengedepankan digitalisasi, sinergi ekonomi lokal, dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) operator.
Transformasi ini dipacu oleh komitmen Pertamina untuk memperkuat roda perekonomian dan mempertegas peran SPBU sebagai infrastruktur publik yang modern. Momentum penting ini ditegaskan melalui acara Tenants Day 2025 yang belum lama ini digelar di Phinisi Ballroom, Hotel Claro, Makassar.
Acara tersebut menjadi ajang bagi Pertamina untuk memperkuat sinergi dengan mitra bisnis dalam pengembangan bisnis Non-Fuel Retail (NFR) di seluruh kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua. Ratusan pengusaha SPBU dan mitra bisnis NFR turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Fokus utama Pertamina saat ini adalah mengubah SPBU dari yang hanya tempat pengisian bahan bakar menjadi One Stop Service yang memenuhi berbagai kebutuhan konsumen. Bisnis NFR, menurutnya, adalah kunci dari transformasi ini, menawarkan layanan seperti ritel modern, kafe, auto service, hingga layanan digital.
Pengembangan NFR tidak hanya meningkatkan pendapatan SPBU, tetapi juga turut menggerakkan ekonomi lokal, terutama dengan mengintegrasikan produk-produk UMKM unggulan dari Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, T. Muhammad Rum mengatakan dampak langsung pengembangan bisnis NFR ini terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
"Kolaborasi ini tidak hanya menciptakan lapangan kerja baru (SDG Nomor 8), tetapi juga mendorong inovasi infrastruktur (SDG Nomor 9) di SPBU, serta membantu mengurangi ketimpangan (SDG Nomor 10) dengan memberikan akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha kecil," kata Muhammad Rum kepada SulselNetwork.com, Senin (6/10/2025).
Acara Tenants Day ini ditutup dengan sesi business matching yang memfasilitasi penandatanganan kesepakatan kerjasama antara puluhan SPBU dengan mitra tenant, menandai babak baru pengembangan bisnis NFR yang berorientasi pada keberlanjutan di kawasan timur Indonesia.
Digitalisasi dan Kenyamanan Konsumen
Sejalan dengan dorongan transisi menuju layanan publik yang efisien, inovasi digital Pertamina semakin terasa di kehidupan sehari-hari masyarakat. Melalui subholding Pertamina Patra Niaga, perusahaan menghadirkan MyPertamina, aplikasi pembayaran nontunai yang dirancang untuk memudahkan pelanggan bertransaksi di SPBU.
Salah satu pengguna MyPertamina, Basri Baco, warga Makassar, mengaku puas dengan pengalaman digital tersebut.
“Pengalaman saya pakai aplikasi MyPertamina cukup bagus mi. Tampilan aplikasinya simpel dan gampang dipahami, jadi waktu pertama kali coba tidak bikin pusing ji,” kata Basri ditemui di SPBU bilangan Jl AP Pettarani, Makassar..
Basri menambahkan, "Karena sudah terbiasa ma pakai non tunai (cashless), jadi pakai MyPertamina sudah gampang. Transaksi lebih praktis dan akurat, sesuai nominal pembelian. Kalau pakai cash kan suka dibulatkan, lumayan bisa hemat beberapa rupiah,” tuturnya.
Menurut pengguna lainnya, kemudahan terbesar justru pada sistem pembayaran yang bisa langsung terhubung dengan berbagai e-wallet. Kendala kecil yang kerap ditemui hanyalah ketika aplikasi harus diperbarui sebelum bisa digunakan. Cerita-cerita ini menggambarkan bagaimana digitalisasi SPBU mulai mengubah kebiasaan masyarakat dalam membeli BBM, menjadi lebih cepat, transparan, dan efisien.
Transformasi digital ini merupakan bagian dari langkah besar Pertamina. Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menegaskan bahwa digitalisasi bukan hanya soal pembayaran, tetapi juga soal menghadirkan pengalaman baru bagi pelanggan.
“MyPertamina kini bukan sekadar aplikasi pembayaran, tetapi platform gaya hidup digital masyarakat,” ujar Ega dikutip dari siaran persnya.