SULSEL NETWORK — Program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) terbukti memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga akhir 2024 program TPAKD telah menyalurkan kredit pembiayaan melawan rentenir senilai Rp46,71 triliun kepada lebih dari 1,7 juta debitur, serta pembiayaan sektor pertanian Rp3,71 triliun kepada lebih dari 80 ribu pelaku usaha.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan OJK Friderica Widyasari Dewi menyebut, berbagai program inklusi seperti Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) dan Laku Pandai telah menjangkau masyarakat hingga pelosok desa.
Baca Juga: 7 HP Baru di Indonesia Tawarkan Daya Tahan Ekstra, Baterai hingga 7.000 mAh
“Kini lebih dari 58 juta pelajar memiliki rekening, dan program Laku Pandai telah hadir di 72.353 desa dengan mendorong 16 juta masyarakat masuk ke sektor keuangan formal,” jelasnya.
Menurut Friderica, capaian ini merupakan wujud nyata dukungan TPAKD dalam mewujudkan Asta Cita Pemerintah, dengan memperkuat fondasi ekonomi dari desa hingga kota.
Ia juga mengajak kepala daerah untuk memanfaatkan keberadaan TPAKD dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan di wilayah masing-masing.
Baca Juga: Pemerintah Dorong Pemerataan Akses Keuangan Lewat TPAKD untuk Perkuat Fondasi Ekonomi Nasional
“TPAKD telah menjadi penggerak ekonomi daerah dan membuka jalan bagi masyarakat kecil untuk lepas dari jerat rentenir,” ujarnya.***