ekonomi

Lonjakan Harga Plastik Kemasan Bikin UMKM di Malang Gigit Jari, Disebut Terjadi di Semua Jenis yang Biasa Dipakai Pedagang

Kamis, 2 April 2026 | 07:43 WIB
Menyoroti cerita viral dari pedagang UMKM keripik tempe di Malang yang mengeluhkan kenaikan harga plastik kemasan imbas konflik di Timur Tengah. (Instagram.com/@lambegosiip)

SULSEL NETWORK- Dampak minimnya pasokan minyak bumi akibat peperangan yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran, disinyalir telah merembet ke sejumlah sektor plastik kemasan.

Kini, kenaikan harga plastik yang meningkat secara signifikan, diduga menjadi penyebab utama produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) milik para pedagang keripik tempe di Malang, Jawa Timur, terancam ikut naik.

Dalam unggahan Instagram @lambegosiip, pada Rabu, 1 April 2026, dilaporkan harga plastik di kawasan Sanan, Kota Malang, sekarang diperkirakan naik hingga Rp6 ribu per pack.

"Harga plastik naik hingga Rp6 ribu per pack imbas perang AS-Iran, harga produk kemasan terancam naik, pedagang keripik tempe di Malang hanya bisa pasrah," tulis postingan itu.

Baca Juga: 1 April 2026 Tidak Ada Perubahan Harga BBM di SPBU Pertamina

Lantas, bagaimana sebenarnya lonjakan harga yang terjadi dalam produk plastik tersebut hingga dicemaskan para pedagang UMKM di Malang? Berikut ini ulasannya.

Harga Melonjak hingga 40 Persen

Kenaikan harga plastik kemasan itu mulai dikeluhkan para pelaku UMKM berupa dagangan keripik tempe di kawasan Sanan, Kota Malang.

Harga plastik yang biasa digunakan untuk membungkus keripik tempe dilaporkan melonjak hingga 30 sampai 40 persen dalam beberapa waktu terakhir.

Baca Juga: BI Sulsel Dorong UMKM Naik Kelas dan Perkuat Investasi Lewat Program Strategis 2026

Hal itu, terutama bagi produsen keripik tempe yang bergantung pada kemasan plastik untuk menjaga kualitas dan daya tahan produk.

Biaya Produksi yang Mencekik

Dalam postingan yang sama, Sakinatun Najwa selaku pedagang plastik kemasan di Kota Malang, mengatakan kenaikan terjadi pada hampir semua jenis plastik yang biasa digunakan pelaku UMKM.

Najwa menyoroti, kenaikan harga plastik itu telah berdampak langsung terhadap biaya produksi para pelaku usaha di Malang.

"Harga plastik biasa yang sebelumnya berada di kisaran Rp31 ribu per kilogram sekarang naik menjadi Rp44 ribu per kilogram," kata Najwa.

Halaman:

Tags

Terkini