ekonomi

Terdorong Tren Kendaraan Listrik, Pembiayaan Berkelanjutan Maybank Indonesia Melonjak 92,9% Sepanjang 2025

Kamis, 2 April 2026 | 13:20 WIB
Maybank Indonesia salurkan Rp1,98 miliar lewat Maybank Syariah Salam Festival 1447 H untuk 3.000 penerima di 20 kota. (Dok. Maybank Indonesia)

 

SULSEL NETWORK – PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) mencatatkan pertumbuhan signifikan pada portofolio pembiayaan berkelanjutan (sustainable financing) sepanjang tahun 2025. Total pembiayaan di sektor ini melonjak tajam hingga 92,9% secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp8,24 triliun, dibandingkan capaian pada 2024.

Lompatan pembiayaan ini sejalan dengan langkah strategis perusahaan dalam menangkap peluang transisi menuju ekonomi rendah karbon di Tanah Air. Terhitung sejak tahun 2021 hingga 2025, Maybank Indonesia telah memobilisasi akumulasi pembiayaan berkelanjutan hingga mencapai Rp17,31 triliun.

Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, menjelaskan bahwa motor utama penggerak pertumbuhan ini adalah ekspansi pembiayaan di sektor hijau, dengan penyaluran terbesar mengalir ke sektor transportasi ramah lingkungan yang menembus angka Rp4,6 triliun. Nilai ini melesat jauh dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka Rp2,1 triliun.

"Penyaluran ini merupakan bagian dari dukungan kami terhadap pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, baik melalui pembiayaan kendaraan listrik maupun pembiayaan pada rantai nilai pendukungnya," ujar Steffano di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Baca Juga: Maybank Marathon 2025: Semangat Pace the Future Terus Berkobar Menuju Hari-H

Guna memaksimalkan penetrasi di segmen ritel, Maybank Indonesia turut menggandeng anak usahanya, yakni Maybank Finance (MIF) dan WOM Finance, untuk menyediakan fasilitas kredit kendaraan bermotor listrik maupun hybrid, baik untuk roda empat maupun roda dua.

Rincian Penyaluran Pembiayaan Berkelanjutan Maybank 2025:

Selain sektor kendaraan listrik, Maybank Indonesia juga mendistribusikan pembiayaan ke berbagai sektor ramah lingkungan dan sosial lainnya, antara lain:

  • Investasi Instrumen Hijau: Rp1,5 triliun dialokasikan pada instrumen berkelanjutan seperti Green Bonds atau Sukuk.

  • Sustainability-Linked Financing: Rp1,1 triliun untuk instrumen pembiayaan berbasis keberlanjutan.

  • Pengelolaan Sumber Daya Alam: Rp500 miliar untuk penggunaan lahan berkelanjutan dan sumber daya alam hayati.

  • Energi Terbarukan: Rp315 miliar untuk transisi energi bersih.

  • Sektor Sosial: Rp172 miliar yang difokuskan pada pengembangan sosial ekonomi, pemberdayaan UMKM, dan penciptaan lapangan kerja inklusif.

Secara keseluruhan, jika mengacu pada Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB), total pembiayaan yang telah disalurkan bank (secara bank only) hingga tahun 2025 telah menyentuh angka Rp21,23 triliun. Angka ini merepresentasikan 19,55% dari total kredit yang disalurkan oleh Maybank Indonesia.

Halaman:

Tags

Terkini