VIVO Menaikkan Harga BBM, dr Tifa: Jika Pejabatnya Pintar, Harusnya Pemerintah Senang

photo author
Ramadhani, Sulsel Network
- Selasa, 6 September 2022 | 10:30 WIB
16 Lokasi BBM Vivo di Daerah Jakarta, Tangerang, dan Bekasi (Foto/Istimewa.)
16 Lokasi BBM Vivo di Daerah Jakarta, Tangerang, dan Bekasi (Foto/Istimewa.)

SulselNetwork.com -- Pegiat media sosial dr. Tifauzia Tyassuma memberi komentar pedasnya mengenai sikap pemerintah yang memerintahkan SPBU VIVO untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) Revvo 89 disesuaikan dengan harga Pertamina.

Menurut dr. Tifa, pemerintah seharusnya senang jika rakyat membeli BBM di VIVO, karena itu artinya beban pemerintah untuk menyediakan BBM bersubsidi jadi berkurang.

"Kalau rakyat beli BBM bukan di Pertamina, artinya Pemerintah senang dong, subsidi tidak dipakai rakyat," kata Tifa melalui akun Twitter pribadinya @DokterTifa, dikutip pada Senin, 5 September.

"Artinya pemerintah gak usah susah-susdah kasih subsidi. Yang perlu BBM sekelas Pertalite, ke SPBU lain saja. Ini kalau pejabatnya pinter," ungkapnya.

Baca Juga: Sinopsis GANGAA Selasa 6 September 2022: Zoya Gagal Membuat Ganga Mundur dari Persidangan

Sebelumnya, Dirjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tutuka Ariadji menegur pihak VIVO untuk segera menyesuaikan harga BBM murah di Indonesia, usai SPBU-nya di beberapa titik di pulau Jawa, diserbu publik.

Bagaimana tidak, harga BBM miliknya lebih murah dibandingkan punya Pertamina. Itu yang membuat pihak Kementarian ESDM langsung menginstruksikan agar VIVO mengubah harganya.

Menurut Tutuka Ariadji, Dirjen Migas Kementerian ESDM, harga BBM VIVO yang turun disebabkan karena VIVO ingin menghabiskan stok BBM jenis Ron-89 mereka, yakni Revvo 89, hingga 2 bulan ke depan.

Untuk diketahui, SPBU VIVO viral di media sosial usai mereka menurunkan harga, berbanding terbalik dengan BBM milik Pertamina yang dinaikkan pemerintah. Di beberapa daerah, tampak beberapa pengendara motor mengantre panjang di VIVO untuk mengisi BBM.

Adapun untuk BBM jenis Revvo 89, harga sebelumnya adalah Rp9.290 per liter, turun menjadi Rp8.900 per liter. Kemudian, Revvo 92 yang sebelumnya dijual Rp17.250 per liter menjadi Rp15.400 per liter. Lalu, untuk Revvo 95 menjadi Rp16.100 dari sebelumnya Rp18.250.

Baca Juga: Sinopsis CHANDRAGUPTA MAURYA Selasa 6 September 2022: Bejat! Dhanan Nanda Membunuh Tarini dan Malayketu

Sebelumnya, Menteri Energi Arifin Tasrif pun telah mengumumkan harga pertalite naik dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10 ribu per liter, solar subsidi dari Rp5.150 per liter menjadi Rp6.800 per liter dan pertamax dari Rp12.500 per liter menjadi Rp14.500 per liter.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ramadhani

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X