Sinopsis RADHA KRISHNA Sabtu 10 September 2022: Kemunculan Ular Kaaliya Membuat Penduduk Gokul Takut

photo author
Ramadhani, Sulsel Network
- Minggu, 11 September 2022 | 06:05 WIB
Sinopsis RADHA KRISHNA Sabtu 10 September 2022: Kemunculan Ular Kaaliya Membuat Penduduk Gokul Takut (Ina)
Sinopsis RADHA KRISHNA Sabtu 10 September 2022: Kemunculan Ular Kaaliya Membuat Penduduk Gokul Takut (Ina)

Penduduk desa terlihat duduk bersama untuk maha bhoj. Krishna dan Balram duduk di sana bersama ayah mereka sementara kaum wanita terlihat menyajikan makanan.

Kirtida meminta Radha duduk untuk makan tetapi Radha merasa terganggu dan tidak nafsu makan. Dia menolak makan. Krishna pura-pura sakit perut. Yashoda mengkhawatirkan putranya. Radha memperhatikan Krishna dan yakin ini adalah sandiwara palsunya. Radha memutuskan untuk memberi Krishna pelajaran dan menyarankan Yashoda memberi Krishna kadha untuk menyembuhkan penyakit perutnya.

Yashoda mempersiapkan neem ka kadha dengan menghancurkan daun Neem, Krishna enggan untuk meminum cairan pahit tapi Yashoda memaksanya. Radha kemudian pergi dan bergabung dengan yang lain dan mulai menikmati makanan. Krishna merasa bagaimana Radha bisa menikmati makanan enak setelah membuatnya pahit.

Saat Krishna menelan cairan pahit, Radha mendapati makanan nya juga pahit. Dia melemparkannya dan mengeluh pada Vrishbhan yang duduk di sebelah bahwa seleranya muncul melihat nampan makanan ayahnya dan menemukan makanannya sangat enak dan tidak pahit sama sekali. Radha merasa ini bisa jadi sihir Krishna padanya lagi, dia melihat ke Krishn yang bercanda membuat tanda-tanda seolah-olah dia sedang merapal mantra padanya.

Radha berjalan keluar dari bhoj dan ingin menikmati udara segar. Saat dia duduk di hutan vrindavan yang menawan, Krishna bergabung dengannya. Dia menyarankannya untuk mengatasi ketakutannya karena itu akan menghambat hidupnya dalam banyak hal. Dia memintanya untuk melawannya dan jangan biarkan Ketakutan menguasai dirinya. Radha menyalahkan Krishna bahwa dia bertanggung jawab atas semua ketakutannya karena sebelum dia tiba, dirinya tidak memiliki ketakutan dalam hidupnya.

Krishn mengatakan sedih karena ketakutan sangat membebani Radha, tetapi sudah waktunya bagi Radha untuk melupakannya. Radha sengaja mendengar ini dan bertanya-tanya apa maksud Krishna.

Di Yamuna, Kaaliya yang terluka mencapai tempatnya di bawah air di mana para istri khawatir melihat suami mereka kesakitan dengan ekor yang terluka. Kaaliya marah saat dia memberi tahu mereka bagaimana seorang bocah manusia biasa melukainya.

Istrinyai bertanya apakah anak laki-laki itu memiliki bulu merak di kepalanya dan Kaaliya menegaskan itu. Sang istri mengatakan bahwa itu bukan anak laki-laki biasa karena dia telah menyaksikannya menciptakan tempat yang sangat indah dimana seseorang berdiri di gurun tak bernyawa. Kaaliya menolak untuk mempercayai itu dan sebagai tanda balas dendam terhadap manusia, dia menyemburkan racun ke Yamuna dan meracuni air.

Krishna berjalan ke sungai Yamuna dan merasa sudah waktunya untuk mengakhiri ancaman Kaaliya.Ayan mengumumkan kepada penduduk desa bahwa mereka harus mengatur permainan dan pertandingan antara dua penduduk desa di tepi Yamuna yang luas. Jatila menyeringai pada Ayan.

Balram bertanya apakah Ayan dalam keadaan sehat karena baru kemarin dia mengatakan dia takut pada ular besar di Yamuna dan hari ini dia meminta permainan diatur di sana.
Ayan mengatakan Krishna telah menyatakan bahwa Yamuna aman, tidak ada ular jadi apa hambatannya sekarang.

Vrishbhan dan Nanda meminta anak-anak mereka untuk bergabung dalam permainan. Krishna bertanya mengapa hanya laki-laki, apakah gadis-gadis Barsana lemah. Radha mengeluh pada ayah-nya. Vrishbhan meminta Radha dan Lalita, untuk bergabung dalam permainan. Mereka memainkan permainan Pithoo.

Jatila berpikir bahwa anak laki-laki ini bodoh karena mereka berjalan ke dalam perangkap yang dirinya buat untuk mereka. Sementara itu di dalam Yamuna Kaaliya sedang menunggu Krishna. Krishna sendiri tengah mencoba menggoda Radha dan mengganggunya.
Tak lama kemudian Krishna memukul bola itu ke dalam Yamuna. Ayan meminta Krishna untuk mengambil bola. Dia menolak mengatakan Radha yang melemparkannya. Radha kemudian setuju untuk mengambil bola itu dan Ayan sangat mengkhawatirkan keselamatannya. Kemudian Ayan mendesaknya untuk berhenti.

Balram bertanya pada Ayan mengapa dia begitu khawatir. Ayan takut pada Radha. Balram meminta Krishna untuk menghentikan Radha atau Kaaliya akan membunuhnya. Krishna kemudian menghentikan Radha dan memutuskan untuk mengambil bola itu sendiri.
Krishna memperingatkan Kaaliya karena mencoba menyerang Radha, dia harus mempelajari pelajarannya.

Baca Juga: Viral di Sosial Media, Hacker Bjorka Unggah Dokumen Rahasia yang Diduga Milik Presiden Jokowi

Radha mengatakan dirinya lebih baik mendapatkan bola itu karena dia sendiri telah membuktikan Yamuna aman. Krishna meminta Radha untuk tidak takut pada engsel yang menakutkan karena seseorang harus berhenti takut akan rasa takut tetapi mengatasi ketakutan mereka dan melawan rasa takut itu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ramadhani

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X