SulselNetwork.com -- Sinopsis Gopi menjadi salah satu serial India di ANTV yang cukup banyak digemari oleh penonton Indonesia. Simak berikut ini SINOPSIS GOPI ANTV. SELASA 20 SEPTEMBER 2022.eps 520. Jam 13:30 s/d jam 15:30 wib.
Dimulai dengan Seeta memberi tahu keluarga Modi bahwa dia berasal dari Bachau. Jaggi mengatakan temannya tinggal di sana dan sudah dekat. Seeta mengatakan dia menikah di masa kecil dan melarikan diri dari bidayi-nya.Seeta terus menggambarkan ceritanya ke Modi bhavan. Dia bilang dia menikah ketika dia berusia 5 tahun.
Gopi terkejut dan meminta pernikahan anak. Seeta mengatakan ya, mertuanya datang untuk menerimanya dan panditji menyarankannya untuk melarikan diri. Jaggi mengatakan panditji benar-benar berani. Seeta mengatakan panditji seperti ayahnya dan peduli padanya.
Dia mengatakan ketika dia menikah dia 5 tahun yang lalu dan suaminya Ramesh berusia 25 tahun. Gopi bertanya apa ... mengapa orang tuanya tidak bereaksi. Seeta mengenang ibunya menyiksanya dan mulai menangis. Gopi bertanya apa yang terjadi. Seeta mengatakan ayahnya mencoba melindunginya, tetapi di depan ibunya, bahkan dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Baca Juga: SBY Siap Turun Gunung Dukung Anies Baswedan di Pilpres 2024, Tapi Ada Syaratnya...
Ibunya menyebutnya manhoos / sial. Gopi mengenang Urmila memanggilnya sama dan Urmila mengenang yang sama. Gopi bilang dia begitu muda, dia pasti sedang belajar. Seeta mengatakan dia belajar sampai standar 5 dan neneknya tidak membiarkan dia belajar setelah itu. Gopi mengenang Urmila menghentikan studinya dan berlinang air mata.
Gaura mencari surat-surat properti di kamar Chanda. Bayi mulai menangis. Vidya bertindak sebagai mencari kalung di lemari dan Chanda berteriak untuk bergegas. Vidya mendapat satu set kalung. Mata Chanda melebar dalam keserakahan dan dengan penuh semangat mengatakan ini sangat besar, sama seperti yang dikenakan ratu. Vidya mengatakan dia mengatakan kepadanya jika dia menjadi bersemangat seperti ini, bayi akan terbangun.
Monica berkomentar pada Pari bahwa satu anggota lagi ditambahkan di Modi bhavan. Jaggi meminta Seeta untuk berhenti menangis. Gopi meminta Sona untuk mendapatkan lebih banyak susu untuk Seeta dan meminta Seeta untuk berhenti menangis, dia bisa tinggal di sini sampai dia mau. Pari bertanya apa .... dia membiarkan orang asing tinggal di rumah ini seperti kamar hotel.
Monica mendukung Pari. Gopi menghadapi dia dan mengatakan mereka berdua bertindak sebagai aktivis sosial besar dan berjalan memegang lampu, tapi tidak pernah membantu korban nyata seperti Seeta. Monica mencoba berbicara. Urmila menutup mulutnya. Gopi meminta Sona untuk membawa Seeta dan menunjukkan kamarnya. Begitu berada di kamar, Seeta melihat pecahan kaca dan mulai membersihkannya.
Sona mengatakan sekarang dia menyadari siapa yang membersihkan kamar Jai dan Veeru. Jaggi memberitahu Urmila bahwa Gopi adalah paket mini dengan begitu banyak kualitas, dia menjadi saas yang baik, menantu yang baik, teman yang baik, bahkan korban yang baik. Urmila mengatakan ya, dia seharusnya menyadari kualitas Gopi ketika dia tinggal bersamanya. Jaggi bertanya apa .. Urmila mengatakan itu adalah cerita besar.
Sona mendapat pakaian, selimut, dan handuk, dll untuk Seeta. Gopi meminta Seeta untuk duduk di tempat tidur dan bersantai. Seeta mengatakan dia benar-benar basah kuyup dan tempat tidur akan basah. Gopi meminta dia untuk mengganti pakaiannya.
Gaura mendapat surat-surat properti dan menjadi sangat senang. Chanda mendengar bayi menangis dan mencoba pergi. Vidya menghentikannya dan meminta untuk memakai kalung terlebih dahulu. Chanda mengatakan ada yang tidak beres, bayi menangis, bahkan saat itu Vidya berhenti. Dia bergegas ke kamarnya dan melihat Gaura berjalan keluar dengan kertas. Dia mencekik Gaura dan mencoba merebut kertas. Gaura menamparnya. Chanda berlari dan mengambil bayi dan mengancam untuk mengembalikan kertas, kalau tidak dia akan menyakiti bayi.
Chanda menggendong bayi dan mengancam Gaura dan Vidya untuk mengembalikan surat-surat properti, kalau tidak dia akan membuang bayi itu. Vidya merenggut bayi dan memberikannya pada Gaura. Chanda mencoba merebut bayi. Gaura mengatakan itu bukan bayinya dan Vidya memperingatkannya.
Chanda berteriak masih Meera berada di bawah cengkeramannya dan mencoba merebut bayi. Vidya mendorongnya dan dia membenturkan kepalanya ke pilar dan ambruk. Darah mulai mengalir dari dahinya. Gaura pergi dan menyimpan bayinya, keluar dan memeriksa denyut nadi Chanda dan mengatakan bahwa dia sudah mati.
Artikel Terkait
Hacker Bjorka Perang Status dengan Nikita Mirzani, Bocorkan Semua Identitas Pribadi Milik Sang Artis
Unggah Jusuf Kalla, Anies Baswedan, AHY, Surya Paloh dan Ahmad Syaikhu, Andi Arief Bilang Begini
Xi Jinping Menuju Presiden Seumur Hidup, Respons Amerika Serikat dan Kondisi Ekonomi China
Ferdy Sambo dan Kuasa Hukumnya Dilarang Ikut Sidang Banding Kode Etik, Mabes Polri Jelaskan Alasannya
SBY Siap Turun Gunung Dukung Anies Baswedan di Pilpres 2024, Tapi Ada Syaratnya...