Fakta Mengapa Lantai Marmer di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Tetap Dingin Meski Kena Matahari Panas

photo author
Ramadhani, Sulsel Network
- Senin, 25 Juli 2022 | 10:50 WIB
Kaum muslim sedang beribadah di Masjidil Haram. (SPA)
Kaum muslim sedang beribadah di Masjidil Haram. (SPA)

SulselNetwork.com -- Simak Fakta Mengapa Lantai Marmer di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Tetap Dingin Meski Kena Matahari Panas 

Banyak yang bertanya mengapa lantai Masjidil Haram dan Nabawi tidak panas meskipun dihantam cuaca 50-an derajat celsius, bahkan selalu terasa sejuk.

Berbagai macam asumsi pun hadir. Ada yang mengatakan bahwa di bawahnya ada mesin pendingin cuaca sehingga menyebabkan tetap sejuk dan tidak panas.

Akan tetapi, faktanya, bahwa lantai-lantai tersebut terbuat dari Marmer termahal dan terbagus yakni tipe Thassos dari daerah Yunani.

Baca Juga: Daftarakan Citayam Fashion Week ke HAKI, Baim Wong: Bukan Milik Saya, Ini Milik Indonesia

Kerajaan Saudi sengaja membelinya untuk mencukupi lantai-lantai dua masjid suci dan halamannya. Semua itu demi kenyamanan Jamaah haji dan umroh.

Marmer tipe Thassos ini mampu menyerap kelembapan pada malam hari serta memantulkan terik mentari yang begitu menyengat.

Itulah rahasia mengapa lantai-lantai di dua masjid suci tetap adem dan sejuk meskipun kita berjalan di bawah terik mentari tanpa alas kaki. Termasuk di antara nikmat dari Allah bagi tamu-tamu-Nya.

Tahukah anda siapakah Pria yang mendesain Masjidil Harom Mekkah dan Masjidil Nabawi Madinah?

Ya, Dia adalah seorang Insinyur dan Arsitek Mesir yang lebih suka menjauh dari pusat perhatian publik, tidak diketahui banyak orang dan bernama Muhammad Kamal Isma’eel (1908-2008)

Muhammad Kamal Ismaeel adalah:

Seorang Termuda dalam sejarah Mesir yang Memperoleh Ijazah sekolah menengah
Seorang Termuda yg mendaftar di Royal School of Engineering dan menjadi Wisudawan Termuda pula..

Seorang Termuda yang dikirim ke Eropa untuk mendapatkan 3 gelar Doctor dalam Arsitektur Islam..

Seorang Termuda yang mendapatkan Syal Nil” dan “Pangkat Besi” dari Raja Saudi Arabia.
Dia adalah Insinyur pertama yang melakukan Perencanaan dan Implementasi proyek perluasan Masjidil Haramain (Mekkah dan Madinah).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ramadhani

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X