5 Langkah Bisa Kamu Lakukan Agar Bebas Stres Jelang Operasi Mata

photo author
Mardhani Muchlis, Sulsel Network
- Sabtu, 16 September 2023 | 05:22 WIB
5 Langkah Bisa Kamu Lakukan Agar Bebas Stres Jelang Operasi Mata (Syifa Fauzia)
5 Langkah Bisa Kamu Lakukan Agar Bebas Stres Jelang Operasi Mata (Syifa Fauzia)

“Satu hal lagi, cari tahu klinik mata yang menawarkan harga terjangkau. Karena, biaya menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kecemasan. Klinik yang dilengkapi mesin berteknologi canggih tak harus menetapkan biaya sangat tinggi, kok. Hanya saja, memang tidak bisa murah, karena segala kelengkapan masih dibeli dari luar negeri,” kata Dokter Sophia.

Baca Juga: Sambut Hari Pelanggan Nasional, Suzuki Bagikan Smart TV hingga Jimny Selama September 2023

3. Cari dokter yang tepat

Seiring waktu, teknologi mesin untuk operasi mata terus berkembang menjadi semakin canggih. Lalu, karena mesinnya sudah begitu mutakhir, apakah berarti tingkat keahlian dokter menjadi tidak penting?

“Jangan lupa, mesin tidak berjalan sendiri. Ada operator yang memprogram dan menjalankan program tersebut. Di meja operasi, dokter matalah yang menjadi programmer-nya. Ibarat pembalap, secanggih-canggihnya mobil balap, menang atau kalahnya sangat tergantung pada siapa yang mengendarai mobil tersebut. Jadi, operasi mata dengan mesin yang bagus tetap memerlukan dokter mata yang bagus pula,” kata Dokter Sophia.

Ia sendiri melakukan transfer knowledge kepada kolega dokter di kliniknya agar hasil operasi sesuai standar. Itu berarti, seharusnya dokter mata dalam satu klinik mempunyai keahlian dan keterampilan yang sama. Meski begitu, soal rasa tak bisa diajarkan. Maksudnya, ketika berkomunikasi dengan dokter, bisa jadi ada kecocokan atau chemistry, bisa juga tidak. Barangkali Anda merasa lebih nyaman berbicara dokter tertentu, sehingga lebih percaya kepada dia. Rasa percaya tersebut akan sangat membantu mengurangi rasa cemas.

Dokter Sophia menegaskan agar kita waspada terhadap dokter yang memberi janji-janji manis. Misalnya, “Tenang saja, operasi ini 100 persen under control, kok. Pasti sesuai harapan.” Daripada percaya kata-kata manis, lebih baik Anda tanyakan data statistik klinik tersebut. “Contohnya, saya akan sebutkan, 99,7 persen hasil operasi laser di klinik kami sesuai prediksi, meski ada 0,3 persen yang tidak bisa diprediksi. Data ilmiah semacam ini akan mampu mengantisipasi rasa takut,” kata Dokter Sophia, yang di kliniknya terdapat dua mesin laser dengan kecepatan operasi tertinggi di dunia dan juga memiliki mesin laser yang menjadi satu-satunya di Indonesia dan Asia Tenggara.

Bersama kliniknya, Dokter Sophia belum lama juga ini menggelar seminar internasional tentang lasik yang dihadiri oleh dokter mata dari luar negeri dan berbagai daerah di Indonesia. Ini adalah salah satu bukti bahwa pelayanan kesehatan mata di Indonesia kini telah menjadi salah satu referensi penting bagi para pelaku industri kesehatan mancanegara.

4. Pelajari testimoni dan rekomendasi

Ketika akan mencoba satu resto baru, apa yang biasanya Anda lakukan untuk mengecek apakah resto tersebut menyajikan makanan yang enak dan tempatnya seru untuk foto-foto? Rata-rata akan mencari review berdasarkan bintang yang diberikan oleh pelanggan. Jika bintangnya lima, sudah pasti resto tersebut layak dikunjungi. Begitu juga dengan klinik mata.

Pasien yang tidak puas dengan layanan sebuah klinik mata (apalagi, setelah membayar cukup banyak), tidak akan rela memberi bintang lima. Sebaliknya, pasien yang sangat puas tak sekadar memberi bintang lima, melainkan juga menuliskan pengalamannya yang sangat mengesankan, sekaligus merekomendasikan klinik tersebut.

“Biasanya, orang yang akan dioperasi ingin mendengarkan pendapat orang lain yang sudah pernah menjalani operasi serupa. Di sinilah testimoni memainkan peran yang cukup penting. Pasien yang telah melewati proses operasi bisa menceritakan bahwa ternyata dioperasi mata dengan teknologi laser itu tidak sakit, lho. Ditambah lagi, jika yang memberi testimoni adalah public figure, seperti artis atau presenter,” kata Dokter Sophia, yang mengajak seluruh kolega di kliniknya untuk menjadi pembicara di seminar internasional gelarannya.

Ia menyarankan, calon pasien tidak hanya mempelajari review berupa kata-kata. Simak juga testimoni dalam bentuk video. Di situ kita bisa melihat ekspresi happy yang tidak dibuat-buat, sehingga Anda akan merasakan bahwa cerita pengalamannya memang tulus, tidak terkesan beriklan. Itulah kenapa, ketika ada yang mau memberi testimoni, Dokter Sophia selalu menyarankan agar pasien tersebut menyampaikan apa saja yang dirasakan dan dialami secara apa adanya.

Baca Juga: JNE Express dan JNEI Hadirkan Layanan Pembiayaan Inklusif Bagi Masyarakat Melalui Aplikasi Moxa

5. Fokus pada tujuan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mardhani Muchlis

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X