Jenis operasi mata tentu disesuaikan dengan kebutuhan pasien. Jika Anda mengalami gangguan miopia (rabun jauh), hiperopia (rabun dekat), dan astigmatisme (gangguan penglihatan akibat kelainan pada kelengkungan kornea atau lensa mata), artinya Anda membutuhkan operasi agar penglihatan kembali normal. Karena itu, Anda perlu fokus pada tujuan utama operasi, bukan pada rasa takut.
Jika Anda merupakan seorang atlet, memakai lensa kontak pasti membuat tak nyaman, sehingga fokus ketika bertanding juga bisa terganggu. Atau, karena memiliki minus cukup tinggi, misalnya minus sepuluh, Anda kesulitan melihat jam ketika bangun tidur. Begitu buka mata, Anda harus mencari-cari kacamata, baru bisa melihat jam.
“Karena ingin lepas dari ketergantungan terhadap kacamata atau lensa kontak, Anda memilih operasi laser untuk menghilangkan minus. Kebutuhan setiap orang berbeda. Ada orang yang punya kebutuhan untuk tampil cantik dengan bulu mata palsu. Artinya, dia tidak ingin lagi pakai kacamata dan kemudian memilih operasi. Atau, ada yang ingin masuk akademi kepolisian, sehingga ingin kondisi penglihatannya baik tanpa bantuan kacamata dan lensa kontak,” kata Dokter Sophia, yang menyebutkan ada sebagian pasien yang penglihatannya menjadi lebih tajam setelah menjalani prosedur lasik.
Karena itu, ketika rasa stres menyerang, fokuslah kembali pada tujuan operasi. Ditambah bekal informasi yang tepat, Anda akan bisa menjalani operasi mata tanpa rasa takut dan khawatir lagi.***
Artikel Terkait
Rekomendasi Smartphone Champion realme C Series dengan Harga Terjangkau yang Wajib Dimiliki
BNI Kembali Dukung Indonesian Masters 2023, Turnamen Golf Terbesar di Indonesia
Janji Jiwa Ganti Logo Baru Diberi Jululan Pinky, Konsep Gerai "Kopi Sejuta Jiwa"
Sambut Hari Pelanggan Nasional, Suzuki Bagikan Smart TV hingga Jimny Selama September 2023
JNE Express dan JNEI Hadirkan Layanan Pembiayaan Inklusif Bagi Masyarakat Melalui Aplikasi Moxa