SPIRIT TAHAJUD: Masalah Datang Bertubi-tubi, Begini Penjelasan Mengapa Musibah itu Menimpa Kita

photo author
Muammar M, Sulsel Network
- Selasa, 17 Oktober 2023 | 11:31 WIB
Ilustrasi Terkena Musibah (PIXABAY/StockSnap)
Ilustrasi Terkena Musibah (PIXABAY/StockSnap)

‎{وَكَمْ أَهْلَكْنَا مِنْ قَرْيَةٍ بَطِرَتْ مَعِيشَتَهَا فَتِلْكَ مَسَاكِنُهُمْ لَمْ تُسْكَنْ مِنْ بَعْدِهِمْ إِلا قَلِيلا وَكُنَّا نَحْنُ الْوَارِثِينَ (58) وَمَا كَانَ رَبُّكَ مُهْلِكَ الْقُرَى حَتَّى يَبْعَثَ فِي أُمِّهَا رَسُولا يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِنَا وَمَا كُنَّا مُهْلِكِي الْقُرَى إِلا وَأَهْلُهَا ظَالِمُونَ (59) }

Dan berapa banyaknya (penduduk) negeri yang telah Kami binasakan, yang sudah bersenang-senang dalam kehidupannya; maka itulah tempat kediaman mereka yang tiada didiami (lagi) sesudah mereka, kecuali sebagian kecil. Dan Kami adalah pewarisnya. Dan tiadalah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibu kota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota; kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman."

Tatkala kemaksiatan telah menjadi budaya, yakni kemaksiatan yang dilakukan secara terang-terangan tanpa ada teguran apalagi penolakan, maka ini merupakan tanda bahwa dosa sudah menjadi budaya hidup. Saat ini terjadi, maka tunggulah adzab Allah yang merata dalam beragam wujud dan bentuknya, yang akan menghancurkan sebuah peradaban tanpa pandang bulu.

Baca Juga: Dorong Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, OJK Siap Masuk ke Lorong Wisata

Rasulullah saw. bersabda, : “Tidaklah perbuatan keji merajalela pada suatu kaum, yang dipraktikkan secara terang-terangan di tengah-tengah mereka, melainkan pasti akan merebak wabah dan penyakit membinasakan yang belum pernah ada pada generasi sebelumnya. Dan tidaklah suatu kaum menahan (tidak membayar) zakat, melainkan mereka akan dihalangi dari tetesan air dari langit, kalau saja bukan karena binatang ternak, niscaya mereka tidak akan diberi hujan. Dan tidaklah suatu kaum (berbuat curang dalam jual beli dengan) mengurangi takaran dan timbangan, melainkan mereka akan ditimpa kekeringan yang berkepanjangan dan dahsyatnya beban hidup, serta kejahatan penguasa. Dan tidaklah pemimpin-pemimpin mereka berhukum dengan hukum selain hukum Allah, melainkan Allah menjadikan musuh menguasai mereka dan merampas sebagian yang dikuasai oleh tangan-tangan mereka. Dan tidaklah mereka menolak (tidak mengamalkan) Kitabullah dan sunah Rasul-Nya, melainkan Allah akan menjadikan pertikaian atau permusuhan antara sesama mereka.” (Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib, no. 2187)

Baca Juga: Rampung, Pasar Cendrawasih (Pamos) Diserahterimakan ke Perumda Pasar Makassar

Dari hadits tersebut ini dapat kita simpulkan bahwa :

1. Jika perbuatan keji sudah merajalela di kalangan masyarakat pasti akan merebak wabah dan penyakit membinasakan yang belum pernah ada pada generasi sebelumnya

2. Jika orang-orang kaya menahan harta dan menumpuk kekayaan tanpa peduli dengan nasib rakyat yang kelaparan dan membutuhkan bantuan, mereka akan dihalangi dari tetesan air dari langit, kalau saja bukan karena binatang ternak, niscaya mereka tidak akan diberi hujan.

3. Jika suatu daerah atau negeri di mana masyarakatnya berbuat curang dalam jual beli dengan mengurangi takaran dan timbangan, maka mereka akan ditimpa kekeringan yang berkepanjangan dan dahsyatnya beban hidup, serta kejahatan penguasa

4. Jika pemimpin-pemimpin sebuah negeri berhukum dengan hukum yang tidak sesuai dengan Undang-undang yang berlaku, maka Allah akan menjadikan musuh menguasai mereka dan merampas sebagian yang dikuasai oleh tangan-tangan mereka

5. Jika masyarakat tidak mengamalkan Kitabullah dan sunah Rasul-Nya, maka Allah akan menjadikan pertikaian atau permusuhan antara sesama mereka.”

Mari kita refleksikan ini dari mulai detak hati yang selalu hadir memberi isyarat reflex positif akan rasa prihatin kita terhadap berbagai bencana yang terjadi dinegeri ini.

Baca Juga: Ganggu Pengelolaan Pasar Butung, Perumda Pasar Makassar Akan Laporkan Ke Polda Sulsel

Penderitaan, keresahan atau kegalauan yang dapat kita lihat, yang kita dengar, dan yang kita saksikan atas orang tua, anak-anak, isteri atau suami, saudara kandung, sahabat, teman-teman yang dicintai, tetangga, bahkan masyarakat ini, secara umum telah memacu kita untuk bisa berbuat baik sekuat dan sebisa mungkin dalam memberikan pertolongan kepada sesamanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Muammar M

Sumber: Ensiklopedi Hadits

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X