SulselNetwork.com — Dari tanah manusia pertama kali tercipta. Dari sperma yang menjijikkan proses anak Adam bermula. Kemudian lahir dalam keadaan lemah tak berdaya, tidak pula mengerti apa-apa.
“Dari tanah Kami ciptakan kamu, di dalam tanah Kami kembalikan kamu, dan dari dalam tanah Kami keluarkan kamu pada saat yang lain.” (Qs. Thaahaa : 55)
Namun saat menginjak dewasa, tiba-tiba sebagian besar mereka menjadi penentang Pencipta-Nya. Tidak mau tunduk aturan yang digariskan oleh-Nya, ia merasa mampu mencari jalan yang membahagiakan dirinya tanpa bimbingan-Nya. Mengira bahwa mereka dibiarkan hidup begitu saja; tanpa diawasi Pencipta-Nya dan tidak pula dimintai tanggung jawab atas segala tindakan yang pernah dilakukannya.
Bahkan di antara manusia yang ingkar itu ada yang berkata, “mana mungkin manusia yang telah mati dan telah menjadi tulang belulang akan dibangkitkan kembali?” Inilah kesombongan yang terbungkus oleh kebodohan yang nyata. Allah telah menunjukkan kebodohan mereka, dan menyebut mereka melupakan kejadian awalnya.
Allah Ta’ala berfirman, “Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami, dan dia lupa kepada kejadiannya, ia berkata, “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh?” Katakanlah, “Ia akan dihidupkan oleh Rabb yang menciptakannya kali pertama” (QS Yasin 78-79).
Ini merupakan bantahan sangat telak dari Allah untuk mereka. Yang mengandung jawaban sempurna, menegakkan hujjah yang nyata dan telah mematahkan kerancuan berpikir mereka. Mereka lupa bagaimana kejadian awal dirinya.
Apakah mereka tidak berpikir, Allah yang kuasa menciptakan manusia pertama kali, maka Allah berkuasa pula untuk mengembalikan manusia ke wujud aslinya meski telah menjadi tulang-belulang yang berantakan.
Imam Abu Dawud dan al-Baihaqi meriwayatkan hadits dari Abu Razin al-Aqli, “Aku bertanya, wahai Rasulullah, bagaimana Allah mengembalikan makhluk seperti semula? Manakah bukti mengenai hal itu dalam ciptaan-Nya?” Beliau menjawab, “Pernahkah kamu melewati lembah kaummu yang tandus, kemudian kamu melewatinya lagi telah berubah menjadi hijau?” Ia menjawab, “Ya.” Beliau bersabda, “Itulah kekuasaan Allah dalam kekuasaannya.” (HR Abu Dawud dan Baihaqi)
Sungguh perumpamaan yang gamblang. Kita lihat tanah yang gersang tak ada tumbuhan maupun tanaman, lalu setelah turun hujan, tanah itu dipenuhi oleh tanaman, seperti musim hujan yang telah berlalu di tahun-tahun sebelumnya.
Ada pula biji-biji tanaman yang tertahan di dalam tanah, ketika tersiram air hujan akhirnya menjadi hidup kembali menjadi tanaman seperti sebelumnya.
Allah menegaskan pula dalam firman-Nya, “Dan Allah, Dialah yang mengirimkan angin; lalu angin itu menggerakkan awan, maka kami halau awan itu ke suatu negeri yang mati lalu kami hidupkan bumi setelah matinya dengan hujan itu. Demikianlah kebangkitan itu.” (QS Fathir 9)
Maka Allah yang mampu menghidupkan tanaman setelah matinya, Allah kuasa pula menghidupkan manusia setelah matinya. Sudah sepantasnya kalau kita bertanya, seperti apakah kiranya saat manusia lahir kembali setelah matinya.
Artikel Terkait
Sinopsis BHAGYA LAKSHMI Episode 145 di ANTV: Pencuri Mengancam Keluarga dan Todongkan Senjata dan Berhasil Kabur
Sinopsis NATH Episode 39 ANTV JUMAT 10 November: Aryan Mahua Mencurigai Ramesh dan Dipaksa Lakukan Ritual Pernikahan
Sinopsis Serial India ANTV MAYAAVI Episode 10: Eshwarya Minta Bantuan Chegu, Maharaja Mulai Simpati ke Angad
Sinopsis HAI ALBELAA Episode 48 di ANTV: Sanchi Merespon Kanha saat Memanggilnya, Kanha Ragukan Identitas Sanchi
SPIRIT TAHAJUD: Berlaku Sabar Menghadapi Musibah