SulselNetwork.com — Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Qs. al-Baqarah : 155)
Sebagai manusia, tentunya kita tidak luput dari yang namanya cobaan. Setiap hari ada berbagai masalah yang harus kita hadapi dalam hidup, mulai dari masalah keluarga, masalah dengan teman, masalah di sekolah atau di tempat kerja, hingga masalah finansial.
Terkadang masalah-masalah tersebut datang bertubi-tubi ke dalam hidup kita, dan membuat kita merasa lelah menghadapinya. Namun suka atau tidak suka, kita harus tetap menghadapi masalah tersebut.
Hal ini pasti memiliki banyak sebab, antara lain maraknya perbuatan dosa, durhaka, perusakan alam, pemimpin yang maksiat. Inilah serangkaian buah dari benih dosa dan maksiat yang pernah kita tanam dengan tangan kita sendiri. Kita boleh lupa pernah menanam “benih terlarang” itu. Hanya saja Allah tak pernah lupa apalagi tidur walau sekejap untuk mengawasi perbuatan kita.
وَما أَصابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِما كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا عَنْ كَثِيرٍ
“Dan segala sesuatu yang menimpa kalian (berupa adzab dan bala’) adalah disebabkan oleh perbuatan tangan kalian. Dan Allah banyak memaafkan kalian.” (QS. Asy-Syuura: 30)
Ada banyak ayat dalam Al-Qur’an yang menegaskan bahwa dosa dan maksiat, adalah biang kerok atas terjadinya musibah silih berganti yang menimpa peradaban manusia dari masa ke masa. Mengapa Allah memberikan musibah seperti ini kepada suatu kaum ?
Allah menimpakan musibah karena dosa yang sangat besar dan merebaknya perbuatan maksiat. Surat Yassin ayat 19 yang kita baca setiap hari,’ menyebutkan bahwa kemalangan-kemalangan terjadi, musibah-musibah terjadi, malapetaka terjadi, itu karena dosa keterlaluan kita kepada Allah,”.
قَالُوا۟ طَٰٓئِرُكُم مَّعَكُمْ ۚ أَئِن ذُكِّرْتُم ۚ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُونَ
Utusan-utusan itu berkata: "Kemalangan kamu adalah karena kamu sendiri. Apakah jika kamu diberi peringatan (kamu bernasib malang)? sebenarnya kamu adalah kaum yang melampui batas". (Qs. Yasin : 19)
Dalam Kitab Majmu' karya ulama besar Al-Habib Abdullah bin Husein bin Thohir, beliau berkata: "Ketahuilah bahwasanya penyebab utama yang mengganggu dan menyusahkan serta penyebab utama musibah yang menimpa adalah dikarenakan banyaknya perbuatan dosa, baik secara zahir maupun bathin".
Kami tidak akan menghancurkan suatu daerah, kecuali para penduduknya banyak yang berbuat dzolim. Anak durhaka kepada orangtua, istri yang berani kepada suaminya, munculnya perampokan dan pembunuhan di mana-mana, ini mengundang bala bencana,” karena sikap durhaka seperti ini tertulis dalam Surat Al-Qashash, ayat 58-59