لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
āmanar-rasụlu bimā unzila ilaihi mir rabbihī wal-mu`minụn, kullu āmana billāhi wa malā`ikatihī wa kutubihī wa rusulih, lā nufarriqu baina aḥadim mir rusulih, wa qālụ sami'nā wa aṭa'nā gufrānaka rabbanā wa ilaikal-maṣīr.
lā yukallifullāhu nafsan illā wus'ahā, lahā mā kasabat wa 'alaihā maktasabat, rabbanā lā tu`ākhiżnā in nasīnā au akhṭa`nā, rabbanā wa lā taḥmil 'alainā iṣrang kamā ḥamaltahụ 'alallażīna ming qablinā, rabbanā wa lā tuḥammilnā mā lā ṭāqata lanā bih, wa'fu 'annā, wagfir lanā, war-ḥamnā, anta maulānā fanṣurnā 'alal-qaumil-kāfirīn.
Artinya: "Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), "Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya." Dan mereka berkata, "Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami Ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali,"
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir."
Membaca Surat Yusuf agar Anak Tampan
Memperbanyak doa saat hamil juga dapat dilakukan dengan membaca surat Yusuf. Untuk ibu yang ingin sang buah hati terlihat tampan seperti Nabi Yusuf, kamu bisa lafalkan surat Yusuf ayat 1-16 agar menjadi doa saat hamil sang anak.
Bukan hanya itu, banyak membaca surat Yusuf juga dapat mendoakan sang anak agar kelak menjadi manusia yang selalu dekat dengan Allah Swt serta berbakti kepada orang tua.
Para Ibu yang sedang hamil sangat direkomendasikan untuk membaca keseluruhan ayat dari surat Yusuf.
Membaca Surat Yusuf agar Anak Cantik
Selain surat Yusuf, para ibu juga dapat membaca surat Maryam sebagai doa saat hamil agar mendapat putri yang cantik. Surat ini mengisahkan seorang Maryam yang patuh dan taat terhadap ajaran Allah Swt.
Para ibu bisa berdoa saat hamil dengan memperbanyak membaca surat Maryam ayat 16-28, tapi juga sangat direkomendasikan untuk membaca keseluruhan dari surat ini.
Itulah doa-doa saat hamil yang bisa para ibu dan ayah amalkan untuk mendoakan keselamatan dan kesehatan sang bayi dan ibu hingga lahir di dunia. Semoga bermanfaat.***
Artikel Terkait
Bejat! Seorang Ayah Perkosa Anak Sendiri Selama 4 Tahun Lalu Sebar Foto Bugil, Ini Kronologinya
Sinopsis Film Police Story Lockdown: Kisah Jackie Chan Berjuang Keras Menyelamatkan Putrinya
Sinopsis Suami Pengganti 4 Desember 2022: Justin Ajak Ariana Nonton Konser Justin Bieber di Melbourne
Sinopsis Bintang Samudera 4 Desember 2022: Terjadi Hal Mengenaskan di Dalam Lift, Bintang dan Nagita Panik
Sinetron Takdir Cinta yang Kupilih 4 Desember 2022: Penuh Perjuangan, Jeffry Berhasil Selamatkan Novia di Laut