Prabowo Kritik Aparat Tajam ke Bawah Tumpul ke Atas, Ingatkan Anak SD dan Ibu-Ibu Pernah Ditangkap karena Kasus Sepele

photo author
Ramadhani, Sulsel Network
- Senin, 20 Oktober 2025 | 15:15 WIB
Presiden Prabowo: Rp13 Triliun Hasil Korupsi Bisa Jadi 600 Kampung Nelayan Baru (Foto: Tangkapan Layar YouTube @Sekretariat Presiden - INDEPENDENMEDIA.ID)
Presiden Prabowo: Rp13 Triliun Hasil Korupsi Bisa Jadi 600 Kampung Nelayan Baru (Foto: Tangkapan Layar YouTube @Sekretariat Presiden - INDEPENDENMEDIA.ID)

SULSEL NETWORK - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengingatkan aparat penegak hukum agar menjalankan tugas dengan hati nurani.

Prabowo menegaskan, lembaga penegak hukum seperti kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan tidak boleh mencari-cari kesalahan rakyat kecil, apalagi mengkriminalisasi perkara yang seharusnya tidak perlu.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam acara penyerahan uang sitaan dari kasus korupsi ekspor crude palm oil (CPO), di Jakarta, Senin 20 Oktober 2025.

“Saya ingatkan terus kejaksaan, kepolisian, jangan kriminalisasi sesuatu yang tidak ada,” ujar Prabowo.

Baca Juga: Nama Shin Tae-yong Kembali Disorot, Iwan Bule Beri Dukungan di Tengah Isu Timur Kapadze dan Van Gaal

“Ini saya ingatkan karena kejaksaan jadi lembaga yang harus koreksi diri juga,” lanjutnya.

Kritik terhadap Kriminalisasi Rakyat Kecil

Prabowo menyoroti masih adanya kasus hukum yang menimpa masyarakat kecil hanya karena persoalan sepele.

Presiden ke-8 RI itu mencontohkan, pernah terjadi kasus seorang anak sekolah dasar ditangkap karena mencuri ayam, serta seorang ibu-ibu yang diamankan lantaran mencuri pohon.

“Saya ingat beberapa waktu lalu ada anak SD, anak di bawah umur ditangkap karena mencuri ayam. Ada lagi ibu-ibu ditangkap karena mencuri pohon. Ada apa?” ucapnya.

Menurutnya, tindakan semacam itu menunjukkan ketimpangan dalam penegakan hukum. Prabowo menegaskan bahwa aparat hukum seharusnya tidak bersikap keras terhadap rakyat kecil sementara bersikap lunak terhadap pelaku pelanggaran di kalangan berkuasa.

Baca Juga: OJK Gandeng Parakerja Disabilitas Bisa, Perkuat SDM Layanan Ramah Difabel

Jangan Tumpul ke Atas, Tajam ke Bawah

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyinggung prinsip keadilan yang harus dijaga oleh aparat penegak hukum. Ia mengingatkan agar hukum tidak bersifat ‘tumpul ke atas dan tajam ke bawah’.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ramadhani

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X