Begini Kata Akademisi Mengenai Gempa Tuban dan Penyebab Getaran Terasa hingga Sukabumi

photo author
Muammar M, Sulsel Network
- Sabtu, 15 April 2023 | 05:12 WIB
Ilustrasi gempa bumi
Ilustrasi gempa bumi


SulselNetwork.com -- Akademisi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Prof Suwarno menjelaskan bagaiman sejarah gempa berkekuatan besar yang terjadi di perairan Tuban, Jawa Timur, perlu dipelajari. Menurutnya, dari sejarahnya, mungkin pernah terjadi gempa yang besar.

Prof Suwarno mengatakan hal itu terkait dengan gempa tektonik bermagnitudo 6,6 pada Jumat (14/4/2023) pukul 16.55 WIB, yang berlokasi di 6,29 lintang selatan dan 111,92 bujur timur atau 68 kilometer barat laut Tuban dengan kedalaman 632 kilometer.

Baca Juga: Sinopsis Anupama Hari Ini, Anupama Melihat Adhik Berkencan dengan Pakhi

Selain itu, menurutnya, studi terkait potensi gempa berkekuatan besar di laut utara Pulau Jawa juga perlu dilakukan seperti halnya terhadap potensi gempa megathrust di laut selatan Jawa.

"Karena di utara (Jawa) cenderung sesar lokal, bukan sesar yang regional. Kalau selatan (Jawa) kan sesar regional," katanya.

Terkait dengan guncangan gempa Tuban yang dirasakan hingga berbagai daerah di Pulau Jawa, Guru Besar Bidang Ilmu Geografi UMP itu mengatakan hal tersebut tergantung pada pusat gempanya di mana dan kekuatan gempanya berapa.

Dalam hal ini jika pusat gempanya di laut dan sangat dalam, efeknya kurang berarti walaupun kekuatannya tinggi.

Akan tetapi kalau getarannya dirasakan sampai jauh, hal itu tergantung pada kondisi batuan yang menjadi sarana untuk rambatan gelombangnya terutama jika banyak terhadap batuan sedimen.

Baca Juga: Wardah Menggelar Ramadan Gathering Akbar Secara Serentak di 22 Titik Indonesia dan Malaysia

"Batuan di pantai utara Jawa kan kebanyakan batuannya sedimen," kata dia yang melakukan kajian geomorfologi dan mitigasi bencana.

Selain itu, kata dia, kekuatan gempa juga tergantung pada energi yang dikeluarkan saat terjadinya gesekan lempeng atau patahan, sehingga jika energi gesekannya kuat maka kekuatannya menjadi besar.

Sementara berdasarkan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) disebutkan bahwa gempa tektonik di Laut Jawa pada Jumat (14/4) pukul 16.55 WIB, dari hasil analisis memiliki parameter update dengan magnitudo 6,9.

Episenter atau pusat gempa terletak pada koordinat 6,31 lintang selatan dan 111,96 bujur timur atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 65 kilometer arah barat laut Tuban, Jawa Timur, pada kedalaman 643 kilometer.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dalam akibat adanya aktivitas deformasi slab pull pada lempeng Indo-Australia yang tersubduksi hingga di bawah Laut Jawa.

Baca Juga: Sinopsis Nakusha Hari Ini, Naku Bunuh Jagannath Saat Mencoba Melecehkannya, Datta Tak Bertemu Naku

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Muammar M

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X