"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault). Berdasarkan hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami," jelasnya.
Ia mengatakan hingga pukul 17.30 WIB, hasil pemantauan BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
Berdasarkan data yang dihimpun ANTARA, sejumlah gempa pernah terjadi di Laut Jawa meskipun tidak sampai menimbulkan tsunami, antara lain gempa bermagnitudo 6,7 dengan kedalaman 615 kilometer terjadi di laut utara Jawa Barat pada 19 Oktober 2016, selanjutnya pada 23 Juni 2019 terjadi gempa bermagnitudo 5,3 dengan kedalaman 625 kilometer yang berpusat di laut utara Jawa Barat sebelah utara Indramayu.
Kemudian pada 11 Juni 2020 terjadi gempa bermagnitudo 4,2 dengan kedalaman 673 kilometer yang berpusat di laut utara Jawa Timur atau 19 kilometer barat laut Tuban, gempa bermagnitudo 6,1 dengan kedalaman 539 kilometer terjadi di laut utara Jawa Tengah atau 85 kilometer utara Jepara pada 7 Juli 2020, gempa bermagnitudo 6,2 dengan kedalaman 592,2 kilometer di sebelah timur laut Bangkalan pada 6 Februari 2020 dan gempa bermagnitudo 5,3 dengan kedalaman 566 kilometer terjadi di laut utara Jawa Tengah atau 81 kilometer barat laut Jepara.***
Artikel Terkait
Momen Lebaran Jadi Makin Epic Dengan Promo Spesial Ramadan untuk EcoFlow RIVER 2
Wardah Menggelar Ramadan Gathering Akbar Secara Serentak di 22 Titik Indonesia dan Malaysia
Sinopsis Imlie Hari Ini: Nisahnt Bertemu Mantan Pacarnya, Dev dan Anu Mengancam Kunal
Sinopsis Anupama Hari Ini, Anupama Melihat Adhik Berkencan dengan Pakhi
Sinopsis Nakusha Hari Ini, Naku Bunuh Jagannath Saat Mencoba Melecehkannya, Datta Tak Bertemu Naku