SulselNetwork.com-- Pegiat media sosial, Eko Kuntadhi ikut membela aturan terbaru penarikan Jaminan Hari Tua (JHT) yang dikeluarkan Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker).
Eko menyebut, buruh tak perlu khawatir soal pencairan JHT. Sebab, pemerintah juga telah membuat program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).
"Ada JHT, jaminan hari tua. Ada JKP, jaminan kehilangan pekerjaan. JHT bisa diambil saat usia 56 tahun, dgn jumlah yang sudah dikembangkan. Mungkin biar ketika pensiun gak nyusahin anak," tulis Eko dikutip dari akun Twitter-nya @_ekokuntadhi, Senin 21 Februari 2022.
Eko lantas menyebutkan aturan pembayaran JKP yang akan diterima oleh pekerja yang kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Baca Juga: Fraksi Demokrat Sebut Aturan JHT Kebijakan Otoriter
"JKP diberikan 12 bulan, setelah PHK . Selama 6 bulan 45% gaji. lalu 25% dari gaji," jelas Eko Kuntadhi.
Eko menjelaskan sebelum adanya program JKP, buruh atau pekerja bisa langsung mencairkan JHT 100 persen setelah kena PHK.
"Sebelumnya JKP gak ada, makanya JHT bisa dicairkan 100% begitu kena PHK. Kini ada JKP, jadi PHK bukan lagi kiamat kecil. Masih ada gaji yang diterima, meski gak full. JKP ini sepenuhnya dibayarin negara," pungkasnya. (***)
Artikel Terkait
BPJS Ketenagakerjaan Pinrang Serahkan Santunan Kematian Rp42 Juta Kepada Ahli Waris
Migor Langka, Kedelai Melambung Tinggi, Rizal Ramli Sindir Rezim Jokowi: Ini Tim Ekonomi Paling Payah
Respon Pernyataan Menaker Soal Aturan JHT, Nicho Silalahi: Kalau Sayang, Naikkan UMR