Kementerian Perdagangan mencatat antara 14-16 Februari 2022 distribusi minyak goreng di Medan sebanyak 25 juta liter. Tetapi saat ditelusuri langsung, Lutfi menyatakan minyak goreng di Medan kosong.
Tak lama, akun Twitter @partaisocmed langsung mengkritik keputusan pemerintah itu.
"Ini yg disebut pengobatan symptomatik, hanya mengobati gejalanya bukan penyakitnya itu sendiri. Penyakitnya adalah praktek kartel dan monopoli yg didukung negara bercampur kongkalikong pejabat-pengusaha sehingga menghasilkan sistem ekonomi yg anti persaingan dan tidak efisien.
Sehebat apapun pembangunan infrastruktur Pak
@jokowi tdk akan membawa keberhasilan ekonomi krn diabaikannya prinsip utama utk tumbuhnya ekonomi yg kuat, yaitu persaingan pasar yg sehat. Kompetisi dr para pelaku ekonomi akan menghasilkan efisiensi, inovasi & harga yg kompetitif.
Subsidi harga tidak pernah menyelesaikan masalah karena jika kompetisi para pelaku usaha berjalan maka harga akan jadi kompetitif. Contoh, kartu perdana dulu harganya jutaan krn dikuasai Telkomsel dan Indosat saja, tapi setelah kompetitor bermunculan harganya sekarang 5 ribu.
Subsidi harga hanya akan menyelamatkan pihak yg sedang berkuasa tetapi menumpuk beban bagi anak cucu yg harus menanggung cicilan utangnya di masa depan. Sebuah solusi yg egois dari pemimpin yg tidak visioner atau tersandera kepentingan."***
Artikel Terkait
6 Rekomendasi Drama Korea dengan Cerita Persahabatan yang Manis, Bikin Haru dan Menggemaskan
Jangan Tidur Setelah Shalat Subuh, Ini 7 Dampak Berbahaya yang Terjadi Pada Tubuh
Asyik! Jokowi Beri Bantuan Minyak Goreng Senilai Rp300.000, Siapa Saja yang Berhak Menerima? Cek di Sini
Cara Cek Penerima BLT Minyak Goreng Rp300.000 dari Jokowi, Simak Juga Syarat Penerimanya
3 Link untuk Daftar BLT Pemerintah di Bulan Ramadan, Cek di Sini