Sering Skincare Bikin Jamur dan Bakteri Mudah Menempel di Kulit

photo author
Muammar M, Sulsel Network
- Rabu, 28 September 2022 | 11:27 WIB
Ilustrasi skincare (EKATERINA BOLOVTSOVA via pexels.com)
Ilustrasi skincare (EKATERINA BOLOVTSOVA via pexels.com)

SulselNetwork.com-- Bakteri dan jamur ternyata bisa menempel pada kulit. Akan tetapi bakteri dan jamur ternyata tak selalu bahaya, bahkan bisa bersahabat untuk kulit dengan rutin menggunakan skincare. Kok bisa?

Dengan konsep microbiome friendly skincare, maka terdapat formula atau kandungan yang tidak mengganggu keberadaan microbiome kulit dan ramah bagi lingkungan.

Microbiome tersebut bisa menjadi bersahabat untuk kulit. Kuncinya adalah menyeimbangkan jamur dan bakteri.

Baca Juga: Lakukan 10 Langkah Ini, Dijamin Bisa Bikin Kulit Wajah Makin Bersinar

Apa itu microbiome?

Microbiome yang kita kenal sebagai virus, jamur, bakteri, dan archaea sering dianggap sebagai sumber penyakit. Padahal keberagaman dan keseimbangan microbiome di tubuh manusia justru memiliki peran penting bagi imunitas.

Begitupun saat microbiome kulit tidak seimbang, maka akan timbul masalah kulit seperti jerawat, beruntusan, break out, kusam, warna kulit tidak rata, dan berbagai masalah kulit lainnya.

Dokter Spesialis Kulit, dr. SK Sulistyaningrum, Sp.KK. mengatakan microbiome kulit yang seimbang akan memperkuat skin barrier, melindungi kulit, dan membantu menjaga kulit terhadap virus dan bakteri berbahaya.

Microbiome tidak seimbang dapat diatasi dengan penggunaan skincare yang ramah untuk microbiome kulit, yang tidak mengganggu keberagamannya dan mampu mengembalikan kulit sehat kita.

“Perlu diingat bahwa knowing your skin profile itu penting, karena setiap orang kebutuhan kulitnya berbeda dan penanganannya juga berbeda,” katanya kepada wartawan, Selasa (27/9).

Baca Juga: Punya Kulit Mulus dan Jarang Berjerawat, Ternyata ini Rahasia Wajah Awet Muda Ala Nagita Slavina

“Kalau kulitnya aman, tidak bermasalah, dan microbiome-nya seimbang, cukup dengan nutrisi atau cukup menggunakan skincare yang menjaga keseimbangan microbiome kulit,” papar dr. SK Sulistyaningrum, Sp.KK saat diskusi bersama Biome Beauty.

Hal yang senada diungkapkan Co-Founder dan CEO Nusantics, Sharlini Eriza Putri. Menurutnya, keberagaman dan keseimbangan microbiome sangat penting bagi imunitas tubuh kita.

“Namun, karena microbiome ini ‘tidak berharga’, gaya hidup kita malah tidak sengaja merusaknya. Menerjemahkan pentingnya microbiome ke dalam sebuah lifestyle brand akan membuat microbiome yang selama ini ‘tak berharga’ menjadi ‘berharga'” tambah Sharlini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Muammar M

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X