Baca Juga: Bersama Gibran Rakabuming, Prabowo Siap Lakukan Terobosan Soal BBM
Menurut Direktur Eksekutif Voxpol Center Research & Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, dinasti politik secara sederhana adalah sebuah praktik pewarisan kekuasaan politik kepada anggota keluarganya tanpa melalui sistem yang didasarkan pada kapabilitas.
“Praktik politik dinasti sudah menjadi kebiasaan buruk para politisi yang menjadi ancaman serius terhadap penurunan kualitas demokrasi itu sendiri,“ kata Pangi.
Menurut survei Voxpol Center, ujar Pangi, mayoritas masyarakat, sekitar 69,3%, tidak setuju adanya praktik politik dinasti, sementara mayoritas lainnya (67,9%) percaya bahwa praktik semacam ini dapat merusak kualitas demokrasi.
“Bahkan, sebanyak 74,8% responden mendukung adanya regulasi yang membatasi praktik politik dinasti,“ kata Pangi.
Selain itu, penunjukkan Gibran sebagai anak presiden yang maju menjadi cawapres pada Pilpres 2024 mendatang juga mendatangkan potensi penyalahgunaan kekuasaan.
“Terutama karena presiden masih berkuasa dan memegang kendali penuh hingga hari H pencoblosan. Hal ini mengancam prinsip dasar demokrasi yang harus dijunjung, yaitu kesetaraan dalam demokrasi,“ tambahnya.***
Artikel Terkait
Representasi Jawa dan Luar Jawa, Indikator: Prabowo-Erick Lebih Meng-Indonesia
Sinopsis KARN SANGINI di ANTV: Uruvi-Karna Diburu Monster, Uruvi Tahu Kebenaran Subhra
Sinopsis PARAVAMAVATAR SHRI KRISHNA di ANTV: Krishna Menendang Vyomasura
Sinopsis Serial HAI ALBELAA di ANTV: Sayuri Kembali ke Rumah Kanha, Sikap Kanha Kejutkan Keluarga
Sinopsis BHAGYA LAKSHMI di ANTV: Rishi Menentang Vikrant dan Akan Mengeksposenya