Prabowo Umumkan Gibran Bakal Calon Cawapresnya, Simak Yuk Apa Saja Konsekuensi Politik hingga Hukumnya

photo author
- Senin, 23 Oktober 2023 | 11:57 WIB
Ketua Umum Partai Gerindra yang juga capres Koalisi Indonesia Maju (KIM) Prabowo Subianto akhirnya memutuskan untuk menjadikan Gibra Rakabuming Raka menjadi cawapresnya.
Ketua Umum Partai Gerindra yang juga capres Koalisi Indonesia Maju (KIM) Prabowo Subianto akhirnya memutuskan untuk menjadikan Gibra Rakabuming Raka menjadi cawapresnya.

Baca Juga: Bersama Gibran Rakabuming, Prabowo Siap Lakukan Terobosan Soal BBM

Menurut Direktur Eksekutif Voxpol Center Research & Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, dinasti politik secara sederhana adalah sebuah praktik pewarisan kekuasaan politik kepada anggota keluarganya tanpa melalui sistem yang didasarkan pada kapabilitas.

“Praktik politik dinasti sudah menjadi kebiasaan buruk para politisi yang menjadi ancaman serius terhadap penurunan kualitas demokrasi itu sendiri,“ kata Pangi.

Menurut survei Voxpol Center, ujar Pangi, mayoritas masyarakat, sekitar 69,3%, tidak setuju adanya praktik politik dinasti, sementara mayoritas lainnya (67,9%) percaya bahwa praktik semacam ini dapat merusak kualitas demokrasi.

“Bahkan, sebanyak 74,8% responden mendukung adanya regulasi yang membatasi praktik politik dinasti,“ kata Pangi.

Selain itu, penunjukkan Gibran sebagai anak presiden yang maju menjadi cawapres pada Pilpres 2024 mendatang juga mendatangkan potensi penyalahgunaan kekuasaan.

“Terutama karena presiden masih berkuasa dan memegang kendali penuh hingga hari H pencoblosan. Hal ini mengancam prinsip dasar demokrasi yang harus dijunjung, yaitu kesetaraan dalam demokrasi,“ tambahnya.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mardhani Muchlis

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X