Usai Umumkan Koalisi Bersama PKB, Warga NU Mulai Lirik Prabowo Subianto

photo author
Muammar M, Sulsel Network
- Senin, 18 Juli 2022 | 09:50 WIB
Menhan Prabowo Subianto saat memberikan sambutan pada Pembukaan Kongres XVI Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) di Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (15/7/2022), yang ditayangkan di Youtube PP Fatayat NU. (ANTARA/Syaiful Hakim)
Menhan Prabowo Subianto saat memberikan sambutan pada Pembukaan Kongres XVI Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) di Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (15/7/2022), yang ditayangkan di Youtube PP Fatayat NU. (ANTARA/Syaiful Hakim)

SulselNetwork.com-- Prabowo Subianto yang kalah lebih dari sekali di Pilpres ternyata masih memeiliki elektabiitas yang cukup tinggi.

Peluang Prabowo juga dianggap terbuka dengan dukungan dari basis suara potensial.

Pasca terbentuknya koalisi Kebangkitan Indonesia Raya antara Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), mayoritas warga nahdliyin (NU) mulai berpaling mendukung Prabowo Subianto untuk maju dalam Pilpres 2024.

Demikian salah satu temuan dalam survei nasional terbaru yang dilaksanakan Lembaga Survei Nasional (LSN) yang dirilis pada hari, Jumat (15/7/2022).

Berdasarkan analisis hasil survei yang dilakukan LSN dengan menggunakan metode cross-tabulation, sebanyak 41, 5 persen responden yang mengaku warga atau simpatisan NU akan memilih Prabowo jika Pilpres dilaksanakan saat ini.

"Sebanyak 24,2 persen mengaku akan memilih Ganjar Pranowo dan hanya 13,8 persen yang menyatakan akan memilih Anies Baswedan. Sementara itu sisanya (11,2 persen) akan memilih tokoh-tokoh lain dan 10,3 persen belum punya pilihan (undecided)," kata Direktur Eksekutif LSN, Gema Nusantara Bakry.

Baca Juga: Relawan GP Mania Beraksi Usai Bambang Pacul Remehkan Ganjar Pranowo, Singgung Soal Raja di Jateng

Dibandingkan survei LSN Februari 2022, terjadi peningkatan dukungan yang signifikan terhadap Prabowo Subianto di kalangan warga nahdliyin.

Saat itu baru sekitar 25,3 persen anggota atau simpatisan NU yang menyatakan memilih Prabowo Subianto.

"Namun kali ini mereka yang akan memilih Ketua Umum Partai Gerindra itu melesat cukup signifikan menjadi 41,5 persen," sambungnya.

Gema menjelaskan, hasil survei LSN kali ini mengindikasikan bahwa terbentuknya koalisi Kebangkitan Indonesia Raya antara Gerindra dan PKB cukup berdampak pada elektabilitas Prabowo Subianto di kalangan waga nahdliyin.

Selain itu berdasarkan media monitoring yang dilakaukan LSN, tingkat percakapan netizen tentang Prabowo di Jawa Timur (wilayah yang menjadi basis NU) juga semakin padat pasca koalisi Gerindra-PKB.

"Ini semua dapat ditafsirkan bahwa jika koalisi Gerindra-PKB semakin diperkuat, warga nahdliyin nampaknya semakin solid mendukung Prabowo untuk menjadi Presiden RI 2024-2029," ujarnya.

Lebih lanjut Bakry mengungkapkan, Jawa Timur dan khususnya warga nahdliyin adalah faktor signifikan yang menyebabkan kekalahan Prabowo Subianto dalam dua kontestasi Pilpres sebelumnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Muammar M

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X