Saat itu secara mutlak Prabowo-Hatta (2014) maupun Prabowo-Sandi (2019) mampu menguasai Jawa Barat dan kantong-kantong suara Muhammadiyah dan umat non-nahdliyin lainnya yang tersebar di berbagai provinsi.
"Namun karena Prabowo selalu gagal merebut hati warga Jawa Timur dan NU pada umumnya maka secara nasional Prabowo kalah dari Jokowi," sambungnya.
Kini, lanjut Gema, dapat dimengerti bahwa menjelang Pemilu 2024 beberapa kandidat capres mengidentifikasikan dirinya mewakili warga NU atau berusaha semaksimal mungkin merebut hati warga nahdliyin dan warga Jawa Timur.
"Namun sejauh ini (setidaknya berdasarkan temuan survei LSN), Prabowo menjadi tokoh paling berhasil. Strategi berkoalisi dengan PKB terbukti efektif untuk mendongkrak elektabilitas Prabowo di Jawa Timur dan khususnya di kalangan nahdliyin," pungkasnya.(*)
Artikel Terkait
Sinopsis Sinetron Cinta Setelah Cinta SCTV 17 Juli 2022, Arya Menghindari Mayang Karena Menolak Dijodohkan
Sinopsis Sinetron Tukang Ojek Pengkolan RCTI Hari ini 17 Juli 2022, Pak Sofyan Nasehati Bang Ojak Soal Popi
Kisah Seorang Warsini, Tukang Bubur Naik Haji yang Rutin Jalankan Program Jumat Berkah
Presiden Jokowi Terbitkan Aturan, Biaya Persalinan Ibu Melahirkan yang Kurang Mampu Ditanggung Negara