SulselNetwork.com-- Provinsi Sulawesi Selatan akan melakukan peringatan Hari Jadi atau HUT Ke-353 pada 19 Oktober mendatang, tepatnya hari Rabu.
Hari jadi Sulsel sendiri dilaksanakan setiap tanggal 19 Oktober, pemilihan tanggal yang menetapkan sekaligus sebagai hari waktu lahirnya Provinsi Sulsel tersebut telah melalui kajian yang mendalam.
Berikut sejarah ringkas Hari Jadi Sulawesi Selatan. Dan berikut naskah lengkapnya:
SEJARAH RINGKAS HARI JADI SULAWESI SELATAN
Gagasan lahinya hari jadi Sulawesi Selatan, berawal dari saat Mayor Jenderal H.Z.B. Palaguna, Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan, pada pertengahan Tahun 1993, ketika mengungkapkan keinginan menemukan suatu wahana yang dapat menjadi salah satu pengikat, dalam upaya memperkuat wujud kebersamaan dan persatuan, yang selama ini sudah dirasakan mulai berkembang dengan baik dikalangan masyarakat.
Namun, untuk menyatukan dalam suatu jati diri sebagai suatu wilayah, masih memerlukan upaya penemuan.
Dengan bergulirnya gagasan ini ke dalam opini masyarakat, maka masukan dari berbagai kalangan secara meluas mulai mengalir, yang pada pokoknya menganggap pentingnya nenemukan suatu wahana Hari Jadi untuk mempertegas jati diri Sulawesi Selatan.
Wahana Hari Jadi juga dilatar belakangi oleh pemikiran bahwa dalam banyak pengalaman yang
dapat disimak, telah terbukti simbol Hari Jadi dapat memperkuat sinergi masyarakat dan pemerintah
dalam meningkatkan perannya terhadap pembangunan.
Atas tanggapan dan dorongan dari banyak pihak dan kalangan tersebut, maka telah mewujudkan
keberadaan Hari Jadi Sulawesi Selatan dimulai dengan suatu tahapan, dengan melakukan upaya
untuk menemukan momentum puncak ataupun kejadian penting di Sulawesi Selatan, yang dapat dijadikan dasar bagi proses perumusan yang akan ditetapkan kemudian sebagai momentum Hari Jadi Sulawesi Selatan.
Setelah menganggap gagasan ini telah matang, maka dimulai realisasinya dengan menetapkan suatu kepanitiaan dan penyusunan kerangka acuan untuk menyelenggarakan Seminar Hari Jadi Sulawesi Selatan yang kemudian diselenggarakan pada tanggal 18 dan 19 Juli 1995 di Ruanc Pola Kantor Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan.
Peserta Seminar dikuti lebih 200 orang dari kalangan cendekiawan, tokoh masyarakat, pinisepuh, Pimpinan Daerah Tingkat I dan Tingkat beserta sejumlah Tokoh Daerah, Pimpinan Organisasi Politik
dan Organisasi Pemuda seSulawesi Selatan.
Seminar ini menampilkan 19 makalah utama dari para pakar dengan berbagai disiplin ilmu dan makalah kunci dari Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan, serta sejumlah makalah
sumbangan serta tulisan lainnya dari bertbagai unsur secara spontan.
Pada forum seminar ini, berhasil dijaring sejumlah keinginan dari berbagai kalangan yang teruji dengan pembahasan dari sejumlah cendekiawan dari berbagai dinamis, forum seminar memberikan rekomendasi berupa rumusan usulan kepada Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan sebanyak 5 momentum puncak kejadian di Sulawesi Selatan yang layak dan pantas untuk dipertimbangkan dalam proses selanjutnya.
Dengan berpegang pada usulan tersebut, Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan bersama staf, membahas segala aspek yang
berkaitan dengan pemaknaan untuk diajukan sebagai rumusan yang terbaik untuk diproses lebih lanjut.
Artikel Terkait
Anies Tandatangani MoU Bersama Gubernur Sulsel, Isinya Bahas Kerjasama Soal Ini
Ganjar Pranowo Temui Andi Sudirman di Rujab Gubernur Sulsel, Bahas Soal Ini
Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo Mulai Dipromosikan di Sulsel sebagai Capres 2024
Ingin Balik Nama Kendaraan, Segera Manfaatkan Program Pembebasan BBNKB-II dari Bapenda Sulsel
Daftar 10 Pahlawan Nasional asal Sulsel, dari Keturunan Raja, Ulama hingga Mantan Perawat