Harga Saham Bank Digital kala Hype dan Masa Kini, Lantas yang Paling Anjlok Siapa?

photo author
Mardhani Muchlis, Sulsel Network
- Senin, 4 Desember 2023 | 16:56 WIB
Ilustrasi Saham! Ramalan Zodiak Leo untuk 5 Desember 2023: Hindari Bersikeras atau Mengungkit Luka Lama (pixabay)
Ilustrasi Saham! Ramalan Zodiak Leo untuk 5 Desember 2023: Hindari Bersikeras atau Mengungkit Luka Lama (pixabay)

Nyatanya, harga saham bank-bank digital itu memang belum sepenuhnya bangun dari tidurnya. Tercatat, harga saham Bank Jago masih turun 6,18% sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd).

Harga saham BBHI masih merosot 11,61% ytd, harga saham BBYB turun 40,47% ytd, dan harga saham AGRO turun 22,77% ytd.

Penurunan Harga Pasca 'Hype' Bank

Digital Harga saham ARTO hingga BBHI sempat melonjak kala 'hype' bank digital medio 2021. Namun, setelahnya saham-saham bank digital menguap. Kala ramai bank digital, konglomerat Jerry Ng mengubah nama bank yang diakuisisinya yakni Bank Artos menjadi Bank Jago. Kemudian, bank tersebut ditransformasi menjadi bank digital atau bank yang berbasis teknologi.

Saat itu, harga saham ARTO terbang. Sepanjang 2021, harga saham ARTO meroket 348,68% atau hampir 4 kali lipat, dari Rp3.566 menjadi Rp16.000. Harga saham ARTO bahkan sempat menyentuh level Rp19.000 pada Januari 2022. Namun, kini harganya jadi Rp3.490, menguap 81,63% sejak mencapai harga tertinggi.

Baca Juga: Harga Emas Antam Mampu Pecah Rekor Sepanjang Masa, Inilah Penyebabnya

Konglomerat Chairul Tanjung juga tak mau ketinggalan 'hype' bank digital. Melalui Mega Corpora, Chairul Tanjung mengakuisisi Bank Harda Internasional. Nama Bank Harda kemudian menjadi Allo Bank per Juni 2021. Sepanjang 2021, harga saham BBHI juga meroket 4.397,72% atau hampir 45 kali lipat, dari Rp88 menjadi Rp3.958.

Harga saham BBHI sempat menyentuh level tertinggi di Rp7.300 pada Januari 2022. Namun, kini harganya jatuh ke level Rp1.560, atau turun 78,63% sejak mencapai level tertinggi.

PT Akulaku Silvrr mengambil alih Bank Yudha Bhakti dan mengubahnya menjadi bank digital dengan nama Bank Neo Commerce pada akhir 2020. Harga saham Bank Neo Commerce atau BBYB pun meroket pada 2021 seiring 'hype' bank digital. Dari level Rp250 pada awal Januari 2021 menjadi Rp2.456 pada akhir Desember 2021, atau naik 882,4%, hampir 10 kali lipat.

Harga saham BBYB sempat menyentuh level Rp2.614 pada Desember 2021. Namun, kini harganya menjadi Rp384, yang artinya turun 85,3% sejak mencapai level tertinggi pada Desember 2021 itu.

Bank berpelat merah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) pun kepincut 'hype' bank digital dengan mengubah nama PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk. menjadi PT Bank Raya Indonesia Tbk. atau Bank Raya dan mentransformasikannya menjadi bank digital pada 2021.

Nasib yang sama dihampiri AGRO seperti emiten bank digital lainnya. Harga saham AGRO terbang 81,36% atau dari Rp998 pada awal 2021 menjadi Rp1.810 pada akhir 2021. Harga saham AGRO bahkan sempat mencapai level Rp2.788 pada 2021. Namun, kini menjadi Rp312 atau turun 88,8% sejak mencapai level tertinggi.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mardhani Muchlis

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X