Rupiah Sudah Tembus Rp17.000-an, Luhut Pandjaitan: Pemain Tiongkok Lihat Indonesia Jadi Peluang Besar

photo author
Muammar M, Sulsel Network
- Rabu, 9 April 2025 | 07:14 WIB
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan saat Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden pada Selasa, 8 April 2025.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan saat Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden pada Selasa, 8 April 2025.


SULSEL NETWORK- Beberapa waktu lalu Rupiah sempat menyentuh angka Rp17.000-an.

Kehebohan di media sosial pun tak bisa terbendung dengan makin melemahnya nilai tukar rupiah.

Kemudian ditambah dengan kebijakan tarif impor Trump kepada Indonesia sebesar 32 persen.

Meski begitu, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menekankan bahwa Indonesia tak perlu terlalu khawatir.

Baca Juga: Rupiah Terus Merosot dan Dolar Tembus Rp16.400, Mengingat Kembali BJ Habibie Berhasil Rupiah Menguat saat Masa Pemerintahannya?

Dalam penjabarannya saat Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden pada Selasa, 8 April 2025, Luhut mengatakan bahwa dampak resiprokal Amerika terhadap PDB Indonesia diperkirakan akan terbatas.

“Kami melakukan simulasi-simulasi yang sangat intensif selama lebaran ini, kami melihat bahwa porsi ekspor Indonesia terhadap PDB relatif rendah sekitar 23,8 persen dan porsi ekspor ke AS juga hanya 10 persen dari total ekspor Indonesia,” kata Luhut, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.

Merespon tentang Rupiah yang menembus Rp17.000, Luhut mengatakan itu masih dalam batas normal.

“Rupiah yang diduga lebih dari Rp17.000 sebenarnya ini masih batas-batas normal dan sehingga itu masih menjadi bagian penyerapan tarif yang dibebankan oleh pemerintah Amerika,” kata Luhut.

Baca Juga: Pemerintah Klaim Indonesia 20 Tahun Surplus Telur dan Daging Ayam, Luhut: Ini Kita Baru Tahu

Luhut juga mengklaim bahwa pemain-pemain Tiongkok masih melihat Indonesia sebagai alternatif investasi.

“Banyak pemain-pemain Tiongkok yang melihat Indonesia masih menjadi alternatif yang bagus buat mereka untuk melakukan investasi dan ini peluang besar yang bisa kita ambil,” terangnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Muammar M

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X