SULSEL NETWORK -- Perekonomian Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Kuartal II 2025 tumbuh sebesar 4,94% (yoy), lebih rendah dibandingkan pertumbuhan nasional yang mencapai 5,12% dan melambat dibandingkan Kuartal I 2025. Namun secara kumulatif, ekonomi Sulsel tetap menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan 5,35% (c-to-c), lebih kuat dibanding periode yang sama tahun 2024.
Pertumbuhan ekonomi Sulsel masih ditopang oleh tiga sektor utama, yaitu Pertanian & Perikanan (24,27%), Perdagangan (14,37%), dan Industri Pengolahan (12,63%). PDRB Per Kapita juga mencatat kenaikan menjadi Rp41,860 juta pada tahun 2024, tumbuh 3,90% dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin, menegaskan bahwa meski tumbuh di bawah nasional, tren positif tetap terlihat dari daya dorong ekonomi daerah.
“Perekonomian Sulsel masih menunjukkan resiliensi. Sektor pertanian dan industri pengolahan menjadi motor utama, sementara perdagangan juga konsisten berkontribusi. Ini menjadi sinyal positif meskipun ada perlambatan di awal tahun,” jelasnya.
Selain itu, indikator sosial-ekonomi juga menunjukkan perbaikan. Tingkat kemiskinan Sulsel turun menjadi 7,6% pada Maret 2025, lebih rendah dari nasional (8,47%). Jumlah penduduk miskin Sulsel juga menyusut menjadi 698,13 ribu jiwa.
Muchlasin menambahkan, penurunan tingkat kemiskinan menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Sulsel tidak hanya berhenti di angka makro, tetapi juga mulai dirasakan oleh masyarakat. Capaian ini lebih baik dibanding rata-rata nasional.”
Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulsel tetap tinggi dalam lima tahun terakhir dengan capaian 75,18 pada 2024, masuk kategori “tinggi” (70 ≤ IPM < 80). Namun, dari sisi ketimpangan, rasio gini Sulsel per Maret 2025 tercatat 0,363, sedikit meningkat dibandingkan September 2024 (0,360).
Baca Juga: Sisi Lain Menkeu Purbaya: Batik Biru-Cokelat Jadi 'Seragam' Andalan di Berbagai Momen Penting
“Kami tetap mendorong penguatan inklusi keuangan agar pertumbuhan bisa semakin merata. Stabilitas ekonomi harus sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, baik di perkotaan maupun pedesaan,” ujar Muchlasin.
Secara keseluruhan, meski menghadapi tantangan global dan perlambatan pada awal 2025, OJK menilai perekonomian Sulsel berada pada jalur yang positif dengan prospek yang tetap menjanjikan hingga akhir tahun.***